Pelatihan yang berlangsung selama lima hari di Hotel Jaas itu diikuti sebanyak 75 peserta. Dalam kesempatan penutupan kemarin, hadir juga Direktur Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan, Direktorat Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI Ir. E. Ratna Utarianingrum, M.Si, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek Ir. Yudi Sunarko, MM.

Sartono Hutomo menjelaskan, dengan banyaknya kemitraan dari Komisi VI dengan banyak kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), membuatnya mencoba memaksimalkan potensi dari mitra kerja untuk kemajuan masyarakat di dapil VII.

TUMBUHKAN WIRA USAHA BARU : Sartono berfoto bersama peserta bimtek. Serta saat melihat pengemasan produk setelah bimtek, membandingkan pengemasan sebelum dan sesudah bimtek.

“Di antarnya di Kabupaten Trengggalek ini, untuk penguatan sektor industri kecil dan menengah, teknisnya harus updating terus,” ucap Sartono.

Lelaki kelahiran Pacitan ini menjelaskan, dari pengalamannya setelah banyak melakukan kegiatan pelatihan, dia melihat produk IKM dari daerah ternyata tidak kalah varian potensinya. Dan belakangan, produk IKM terutama aneka makanan yang dijadikan oleh–oleh ini sudah mengalami peningkatan dalam pengemasannya.

”Saya biasa bepergian ke luar daerah juga luar negeri. Bisa kita lihat, ternyata ada lompatan yang luar biasa setelah mendapatkan bimtek ini. Ada lompatan pengetahuan dan kinerja dari para pelaku IKM. Hasilnya nampak nyata. Seperti yang kita lihat sekarang, kemasan aneka makanan ini tidak kalah dengan produksi industri besar. Tentu ini memberi semangat dan motivasi bagi saudara kita yang bergerak di industri ini,” lanjut Sartono.

Seperti halnya kota dan kabupaten lain di dapil VII, lanjut Sartono, Trenggalek juga memiliki banyak potensi untuk bisa dikembangkan dan menumbuhkan wira usaha baru.

Karena itu, sudah banyak pelatihan bekerja sama dengan pemda setempat. Seperti di Trenggalek beberapa waktu lalu, yakni pelatihan kerajinan bambu dan pengolahan aneka makanan.

”Kami terus bermitra seperti halnya dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Trenggalek ini, apa-apa saja yang perlu ditingkatkan lagi dari sektor IKM ini. Banyak juga masukan bagaimana sektor IKM ini bisa dijangkau secara luar biasa oleh masyarakat. Karena itu, saya menyampaikan kepada kementerian agar terus ditingkatkan anggarannya karena memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat,” kata Sartono.

Sementara itu, E. Ratna Utarianingrum mengapresiasi kemitraan antara Sartono dan Pemda Trenggalek. Menurutnya, bimtek kemarin merupakan upaya untuk menginisiasi menaikkan nilai produk. Salah satunya dengan peningkatan skill desain grafis untuk kebutuhan packaging.

Selanjutnya, Ratna berharap kepada para peserta untuk terus lebih aktif dalam mengakses program dari pemerintah dan memanfaatkan fasilitasi pengenalan produk melalui kegiatan pameran, sertifikasi halal, dan sebagainya.

Pemkab Trenggalek, khususnya Pinas Perinaker, kata Yudi sunarko, sangat mendukung dan berterima kasih atas perhatian Sartono Hutomo dalam upaya menumbuhkan wirausaha baru di bidang industri kreatif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk terus menciptakan dan memperluas lapangan kerja baru di sektor informal sekaligus mengatasi permasalahan di sektor industri.

”Dinas perinaker akan menindaklanjuti pelatihan ini. Khususnya menyangkut legalitas dan standardisasi produk sehingga bisa masuk pasar. Pemkab Trenggalek berharap perhatian dan dukungan Bapak Sartono melalui Komisi VI DPR RI ini terus berkesinambungan di masa-masa akan datang, mengantarkan IKM Trenggalek lebih mandiri dan berdaya saing,” kata Yudi Sunarko. (ed/tin)

(rt/lai/ang/JPR)