Wahyu Aditya, 19, warga asal Sleman yang kos di RW 1 Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, ditahan di Polsek Waru. Ia ditangkap karena tepergok melakukan percobaan perampokan terhadap Mega Rosabella, 18, warga Desa Pepelegi, Kecamatan Waru. Bahkan ia sempat menusuk Mega dengan pisau yang mengenai paha dan tangannya. Akibat kejadian ini membuat korban harus dibawa ke rumah sakit.
Kanitreskrim Polsek Waru Iptu Untoro mengatakan peristiwa ini terjadi Senin (8/1) sekitar pukul 19.30. Korban Mega merupakan kasir di toko baju di Jalan Jatisari. Dengan modus berpura-pura hendak membeli baju, tersangka Wahyu Aditya datang. Tiba-tiba ia membekap kasir dan berusaha merampas tas milik korban yang di dalamnya ada handphone.
“Tersangka memanfaatkan toko yang saat itu sedang sepi,” kata Iptu Untoro.
Ia menjelaskan tersangka datang mengendarai motor Beat nomor polisi W 5146 ZD. Setelah parkir motor, ia masuk berpura-pura hendak membeli baju. “Tersangka juga berpura-pura memilih baju dan celana,” lanjutnya.
Setelah mengambil sebuah celana jeans, ia menuju ke kasir toko yang kebetulan dijaga Mega. Korban yang tidak curiga menerima barang tersebut untuk mengecek harganya. Di luar dugaan, tersangka tiba-tiba membekapnya. “Korban sempat teriak maling, sehingga tersangka mengeluarkan pisau yang sudah dibawanya,” kata Iptu Untoro kembali.
Karena korban terus berontak, tersangka menusukkan pisaunya dua kali. Tusukan tersebut mengenai paha dan tangan korban. Ia kemudian mengambil tas milik korban berisi ponsel dan uang. Setelah itu tersangka berusaha kabur. Namun Mega terus berteriak-teriak. Teriakan itu didengar warga dan tersangka ditangkap.
Dari keterangan tersangka pada polisi, ia memang sudah mengamati kondisi toko itu sejak tiga hari sebelumnya. Karena relative sepi, ia pun beraksi. “Tersangka memang menyiapkan pisau. Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait keterangan tersangka itu,” jelasnya.
Tersangka mengaku sebetulnya hanya membutuhkan handphone. Kata dia, ia tidak bekerja dan berupaya untuk memasukkan lamaran. Tetapi ia bingung karena tidak memiliki handphone dan tidak bisa mencantumkan nomor telepon yang harus dihubungi jika ia menerima panggilan kerja.
“Saya tidak punya handphone, padahal kalau melamar kerja harus ada nomor telepon yang harus dicantumkan,” jelas tersangka Wahyu Aditya saat di ruang penyidikan. (gun/jee)