Secara keseluruhan proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang wilayah Kabupaten Pekalongan, baru 60 persen dikerjakan, atau jauh dari layak untuk digunakan saat mudik nanti, karena masih banyak beberapa titik yang rawan akan kecelakaan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, Kamis (26/4) kemarin mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama Korlantas, Ditlantas dan stake holder terkait persiapan arus mudik, dengan menggunakan jalan tol yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Kami juga sudah lakukan peninjauan untuk persiapan jelang lebaran, dan akan kami siapkan yang perlukan guna kelancaran arus nanti. Jika terjadi sesuatu yang bersifat darurat, nantinya exit tol Bojong akan dibuka. Namun hanya untuk keadaan darurat, misal mengurai kemacetan dan saat mengevakuasi kecelakaan,” kata Kapolres.

Kapolres juga menegaskan jika pintu exit tol Gringsing Kabupaten batang dibuka, maka jajaran Polres Pekalongan akan fokus pada Jalur Pantura.“Untuk sementara ini jalan tol dari Pekajangan Bojong belum bisa digunakan dan statusnya fugsional, namun saat ini jalannya lebih lebar dan lebih baik dari tahun lalu,” tegas Kapolres.

Kepala Desa Surabayan, Abdilah, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jalan tol Pemalang Batang wilayah Kabupaten Pekalongan, masih jauh dari sempurna untuk digunakan saat mudik nanti.

Menurutnya jika jalan tol wilayah Kabupaten Pekalongan digunakan saat mudik nanti, pengelola jalan tol harus segera memperbaiki jalan penunjang yang akan digunakan jalur alternatif karena kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh armada milik proyek tol, seperti jalan Bojong hingga Wiradesa.“Kalau jalan alternatif tersebut tidak diperbaiki, kasihan para pemudik yang melalui kabupaten Pekalongan,” ungkap Abdilah.

(sm/thd/zal/JPR)