Dijelaskan Rai Iswara, Pemerintah Kota Denpasar melalui TPID Kota Denpasar  terus berupaya  untuk menekan terjadinya inflasi di Kota Denpasar. Berdasarkan data terakhir, pada November 2017 di Kota Denpasar tercatat inflasi sebesar 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,82. 

Lebih lanjut dikatakan, adanya bencana seperti Erupsi Gunung Agung diharapkan tidak menyebabkan terjadinya inflasi yang begitu tinggi. Mengingat efek yang terjadi pasca erupsi membuat pariwisata di Kota Denpasar dan Bali pada umumnya menjadi melemah. Efek yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Agung sehingga berujung penutupan Bandara Ngurah Rai sangat berpengaruh luar biasa terhadap dunia kepariwisataan di Bali.

Dengan turunnya kunjungan wisatawan ke Bali, tentu sektor pariwisata sangat terpukul, dan hal ini menyebabkan sektor ekonomi juga terpengaruh. Hal ini pun menjadi salah satu kendala di dalam menjaga stabilitas inflasi di Kota Denpasar. Karenanya, Rai Iswara mengajak semua instansi serta masyarakat agar bersama-sama menjaga stabilitas inflasi. “Kami berharap semua pihak bekerjasama untuk menjaga stabilitas inflasi. Sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa adanya kenaikan harga barang,” ujar Rai Iswara.

Dengan demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait di dalam menjaga stabilitas inflasi seperti mengadakan pasar murah, dan setiap minggu mengadakan pasar tani serta mengadakan operasi pasar. Selain itu, langkah lainnya juga termasuk melakukan pemantauan harga langsung ke pasar tradisonal hingga modern.

Selain itu, guna menekan inflasi Pemkot Denpasar juga sering koordinasi dengan Bulog, PPI, Pertamina untuk melaksanakan pasar murah dan operasi pasar. Karena salah satu cara intern untuk menstabilkan harga adalah dengan mengadakan pasar murah di pasar tradisonal maupun ke banjar-banjar.  “Saya berharap agar sektor pariwisata cepat pulih, dan ikut dikampanyekan bahwa Bali serta Denpasar masih aman dikunjungi. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan akan cepat pulih,” pungkasnya. 

(bx/gus /yes/JPR)

Source link