Sabtu (25/11) dini hari kemarin, perahu nelayan dari Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, ditabrak kapal tanker yang melintas di Selat Bali.

Beruntung dua nelayan dalam perahu selamat. Namun, perahu nelayan rusak parah dan peralatan melaut tenggelam ke dasar laut.

Menurut Muhammad Asrin,48, pemilik perahu, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 wita di perairan Selat Bali, beberapa mil selatan Desa Pengambengan.

Saat itu, Asrin sedang menerangi dasar laut atau dalam istilah nelayan Pengambengan “ngoncor” menggunakan 9 buah lampu.

Sedangkan temannya, Usman, 46, berada di bagian depan perahu. “Saya lihat ke bawah laut. Lihat posisi ikan,” ungkapnya.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang perahu terdengar benturan keras yang membuat mereka terlempar ke laut.

Asrin dan Usman baru menyadari perahunya ditabrak kapal yang sangat besar setelah berenang mencari jeriken yang disediakan untuk alat keselamatan pengganti life jaket.

Kejadian yang sangat cepat itu membuat perahu terbalik. Perahu juga sempat berada di bawah kapal yang menabrak tersebut.

” Semua peralatan hilang, kapal rusak begini,” ujarnya sambil menunjuk perahunya yang bersandar di kolam PPN Pengambengan.

 Apesnya, usai menabrak, kapal tanker “misterius” itu berlalu begitu saja meninggalkan korban. Terpaksa, Usman dan Asrin terus berenang di sekitar perahunya yang terbalik.

Mereka berusaha mencari pertolongan dengan mengibas-ngibaskan tutup tempat ikan berbahan plastik agar dilihat nelayan lain.

Setelah sekitar 30 menit lebih, akhirnya kedua korban bertemu nelayan dari Desa Air Kuning. Kedua nelayan ini lalu dibantu mencari perahu lebih besar untuk menolong mereka.

Dua nelayan dan perahunya ini kemudian ditarik kapal gardan dari Muncar, Banyuwangi yang membantu mereka ke PPN Pengambengan.

Akibat kejadian tersebut, Asrin dan Usman mengalami sakit pada kepala dan kaki karena terbentur perahu saat ditabrak kapal tanker. ”Untuk mesin kapal diikat, jadi tidak tenggelam,” ujarnya. 

(rb/bas/mus/mus/JPR)

Source link