TLOGOWUNGU – Suntoro, 40, warga Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu ditemukan meninggal tergantung di atap rumahnya kemarin pagi. Ia diduga memilih mengakhiri dengan cara gantung diri karena depresi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pukul 05.00 kemarin Marno, 50, salah satu kerabat korban keluar dari kamar mandi. Ia terkejut melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di blandar ruang tamu rumah milik korban. Melihat peristiwa itu, Marno berteriak memberitahu keluarga lainnya.

Beberapa kerabat dan tetangga korban lantas menurunkan mayat dari atas blandar. Perangkat desa setempat melaporkan peristiwa gantung diri ke anggota Mapolsek Tlogowungu.

Anggota kepolisian menuju ke rumah korban dan mengajak petugas medis Puskesmas Tlogowungu untuk memeriksa korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis puskesmas yang dipimpin Yusuf Kariyanto, tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang Kapolsek Tlogowungu AKP Haryono.

Korban murni gantung diri menggunakan tali plastik warna biru yang menjerat leher korban. Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani itu meninggalkan istri dan anak semata wayang kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Korban diduga gantung diri karena depresi. Terlebih dari keluarganya ada riwayat keturunan depresi. Kakak dan paman korban juga meninggal karena gantung diri.

“Setelah kami periksa, korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dari pihak keluarga juga sudah menerimakan dan membuat surat pernyataan,” jelasnya. 

(ks/put/him/top/JPR)