Anggota dewan dari Fraksi PAN Narno Raharjo menuturkan, ada keluhan yang masuk dari beberapa kepala desa (Kades) terkait hasil seleksi ini. Mereka mengeluhkan panitia rekrutmen yang tidak memberikan berita acara hasil ujian. ”Padahal sesuai peraturan bupati, harusnya panitia ujian memberikan berita acara lengkap untuk modal kades melanjutkan tahapan berikutnya yakni tes wawancara,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Sukoharjo, Jumat (15/12).

Akibtanya karena tidak ada nilai yang dicantumkan, sebagian kades khawatir untuk melakukan tes wawancara. Sebab tidak ada pencantuman nilai atau dasar penjelasan bagi mereka yang tidak lulus. Selain itu, tidak transparansinya pengumuman hasil ujian ini juga rawan digugat oleh peserta yang dinyatakan tidak lulus.

”Panitia ditanyakan hasil nilai tidak tahu, LPPM sendiri tidak mencantumkan nilai. Kalau peserta tanya dasarnya tidak lulus apa? Gimana? Ini rawan gugatan. Panitia juga harus memberikan berita acara pada kades. Tapi sampai saat ini banyak yang belum memberikan berita acara,” ujar Narno.

Narno mengatakan, transparansi harus dikedepankan seperti apa yang disampaikan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dalam banyak hal. Bupati menegaskan jangan sampai ada permainan bahkan politik uang dalam tes seleksi ini. Maka, jajaran di bawahnya harus melaksanakan.

Wakil ketua dewan dari Fraksi Golkar Giyarto mendapat aspirasi serupa dari masyarakat. Kebanyakan keluhan yang muncul dari masyarakat adalah tidak dicantumkan nilainya pada pengumuman hasil tes.  ”Mereka penasaran kategori lulus nilai berapa, apa nilai 60 keatas atau berapa,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag pemerintahan desa (Pemdes) Setda Sukoharjo Setyo Aji Nugroho mengatakan, dengan keluarnya hasil ujian ini berarti tugas pemdes dalam hajatan ini sudah rampung. Pengumuman langsung dilakukan di balai desa masing-masing. ”Siang ini sudah diumumkan,” tuturnya.

Dia mengatakan, bila ada pihak yang tidak terima dengan hasil tes tersebut bisa ditampung oleh pemdes. Setelah ditampung akan diteruskan ke LPPM UNS selaku pihak yang membuat soal dan menyeleksi hasil ujian. Dalam hal ini, pemdes hanya sebagai fasilitator saja.

(rs/yan/bay/JPR)