Penulis bersama salah seorang pesapon muda di depan komplek Novotel Hotel, Bangkok.
(Dok. Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Apa jadinya jika tukang sapu (pesapon) didominasi wanita cantik? Itulah yang sekarang jadi tren di Bangkok, Thailand. Hampir semua petugas kebersihan di kota ini berparas bening.

ALI SODIQIN, Bangkok

Thailand menganut sistem Monarki Konstitusional. Kepala negara dipimpin seorang raja, sedang kepala pemerintahan dijabat dipimpin PM (perdana menteri). Meski sistem kerajaan sudah menjadi masa lalu bagi Indonesia, namun untuk urusan pembangunan, negeri yang kini dipimpin Maharaja Vajiralongkorn ini lebih maju 20 tahun.

Urusan jalan raya misalnya. Bangkok sudah memiliki jalan layang yang disebut BTS (Bangkok Mass Transit System). Bandingkan dengan Jakarta yang baru dalam tahap rencana, yang hingga kini masih belum jelas juntrugannya. Di Bangkok, jalan layang ini ternyata sudah dibangun sekitar 20 tahun yang lalu. Belum lagi urusan transportasi yang nyaris tidak ada kemacetan, hingga penataan PKL (pedagang kaki lima) yang tertib, Kota Bangkok nampaknya bisa dijadikan acuan.

Tak hanya memanjakan pengendara bermotor, trotoar yang ada di sepanjang jalan utama Bangkok juga menjadi tempat yang nyaman bagi para pejalan kaki. Meski dipenuhi PKL, namun pejalan kaki tetap bisa nyaman berlalu lalang di tempat tersebut. Trotoar di Bangkok memang benar-benar lebar. Rata-rata berukuran 4-6 meter. Bahkan, di beberapa lokasi, trotoar yang dibangun pemerintah Bangkok bisa tiga kali lebih lebar dari jalan kelas III di Banyuwangi.

Salah satu sudut Kota Bangkok dipotret dari Central World lantai 7.
(Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Sebut saja di sekitar Novotel, Platinum Plaza, Siam Paragon, Siam Square, Grand Diamond, hingga Central World. Tak heran, lebarnya ukuran trotoar ini menjadi lokasi favorit bagi PKL untuk membuka lapak. Banyak PKL yang berjualan minuman, makanan, souvenir, aksesoris HP, hingga fashion. Saking lebarnya, meski para PKL ini berjualan di kanan-kiri trotoar secara berhadap-hadapan, namun pejalan kaki masih bisa lewat dengan nyaman.

Tidak seperti di Banyuwangi atau di kawasan lain di Indonesia, di mana PKL biasanya kaum manula, di Bangkok para PKL justru didominasi wanita-wanita cantik. Mengenakan pakaian modis, seksi, dan model terkini, mereka malah menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli. “Banyak pembeli yang akhirnya terpaksa membeli karena terkena rayuan si penjual,” ujar Gofur, staf Kedubes RI di Bangkok, sambil tertawa.

Tak hanya PKL yang didominasi anak muda, kalangan pesapon (tukang sapu) juga banyak kalangan wanita muda yang berparas bening. Setiap pagi, tanpa canggung perempuan-perempuan muda ini memungut dan membersihkan sampah yang berserakan di sekitar lokasi PKL.

Keberadaan trotoar di hampir semua kawasan di Bangkok berukuran lebar. Bahkan, di beberapa trotoar terpasang foto-foto destinasi wisata Thailand.

Keberadaan trotoar di hampir semua kawasan di Bangkok berukuran lebar. Bahkan, di beberapa trotoar terpasang foto-foto destinasi wisata Thailand.
(Dok. Ali Sodiqin/JawaPos.com)

Pakaian yang mereka kenakan pun bukan seperti petugas kebersihan yang umum kita lihat di Banyuwangi. Kotor, lusuh, bahkan jarang dicuci. Para pesapon ini tampil dengan pakaian modis. Namun, tak seperti PKL yang terkesan menggoda, dandanan pesapon ini justru seperti pekerja kantoran. Setiap kali mereka berpapasan dengan pejalan kaki, pesapon ini selalu mengumbang senyum lebih dulu.

“Pemerintah di sini memang menyarankan agar pekerja rendahan tidak merasa rendah diri,” kata Gofur. Nah, salah satu cara untuk menyamakan “derajat” kemanusian adalah dari cara berkaian. Tidak serta merta para PKL maupun pekerja rendahan menyadari pentingnya fashion. Namun, lambat laun mereka mulai mengikuti anjuran ini. “Meski belum semua, namun sudah mulai terlihat hasilnya,” katanya.

Salah satu tujuan pemerintah Thailand menerapkan anjuran ini adalah menarik minat wisatawan. Sebab, pariwisata tidak hanya maju dari segi kemenarikan obyek wisatanya saja, melainkan juga keramahtamahan dan cara menyambut tamu oleh warga setempat. (bersambung)

(bw/rri/als/JPR)

Source link