KERUSAKAN jalan makin parah setelah beberapa hari ini turun hujan deras. Jalan menjadi becek dan berlubang, akibat saluran air terhambat. Selain itu, para pengendara yang melintas juga harus berhati-hati jika tidak ingin jatuh.

“Janjinya dua hari selesai, tapi ini sudah hampir dua bulan kenapa tidak selesai-selesai,” ujar Lina, salah satu warga sekitar saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, lamanya proses penanaman pipa tersebut mengakibatkan saluran air menjadi terhambat. Sehingga, terjadi genangan air saat hujan datang. “Kami khawatir genangan air tersebut akan mencemari sumur milik warga,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Alamsyah, salah satu pengendara. Menurut dia, kondisi jalan yang rusak parah semakin sulit dilewati saat hujan datang. Sebab, jalan menjadi berlumpur dan semakin licin. “Kalau tidak hati-hati bisa jatuh, soalnya tanahnya menjadi lumpur usai diguyur hujang,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya berharap agar segera ada perbaikan karena jalan tersebut merupakan salah satu alternative untuk menghindari kemacetan kota. “Kami minta agar segera dilakukan perbaikan,” pungkas dia.

Menanggapi hal ini, Camat Kebomas Sutrisno mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan warga. Pihaknya beberapa waktu lalu sudah mendatangi lokasi bersama dengan Kepala Desa (Kades) Kedanyang Almuah. “Sudah, saya dapat laporan langsung saya tindaklanjuti ke lapangan,” ungkapnya.

Dikatakan, setelah dari lokasi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik. Pihaknya menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat tersebut. “Sudah saya sampaikan juga kepada DPU sebagai dinas yang berwenang,” terang dia.

Ditambahkan, pihaknya juga meminta DPU untuk memperbaiki plengsengan saluran yang sempat ambrol lantaran terkena galian. Saat ini, material untuk perbaikan juga sudah datang di lokasi. “Memang yang sangat dikeluhkan warga itu salurannya yang mampet dan genangan air yang mengakibatkan banjir,” pungkas dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)