Kejadian bermula ketika Parmini, 60, warga setempat, hendak menunaikan salat Subuh. Setelah membuka pintu samping rumah, nenek ini curiga saat melihat sesuatu yang berkilau. “Saat hendak keluar, saya lihat benda berkilau Mas, saya kira lele, tapi lele kok panjang,” kata perempuan lansia ini.

Parmi lantas memanggil Sholekan , 40, anaknya, yang sedang menonton televisi di dalam. Sang anaklah yang kemudian memanggil para tetangga. Sejumlah orang lalu memegang ekor ular itu, dibawa ke depan rumah.

Sesekali ular melawan saat ditangkap. Namun Sholekan dan warga pantang menyerah. “Ularnya sesekali bergolak Mas, kaki Rafik, tetangga saya, juga sempat terlilit,” urai pria yang berprofesi penampung barang bekas itu.

Mengetahui hal tersebut, warga berinisiatif mengambil bambu guna menekan bagian kepala ular. Setelah lemas, ular diikat lakban. Hampir setengah jam usaha mengamankan ular bernama ilmiah Malayopython reticulates ini.

Sholekan menengarai, ular datang dari belakang rumah. Di sana masih tampak bekasnya. “Belakang rumah kan sawah, terus ada juga saluran pembuangan air yang lebar. Kemungkinan berasal dari situ,” ungkapnya.

Untuk sementara, ular diamankan oleh Wahyu Prasetyo, 23, tetangga Parmi. Hewan melata ini ditaruh dalam sangkar boks. Ular itu diberi asupan makan seekor kelinci. Menurut Wahyu, ular diduga sudah lama tinggal di sawah belakang rumah. Karena kelaparan lalu keluar dari sarangnya dan masuk permukiman.

“Kelihatannya sudah lama Mas berada di sawah. Awalnya sembunyi kemudian keluar. Ndilalah e kok apes petukan wong ya langsung kita tangkap,” katanya sembari bercanda.

(rk/die/die/JPR)

Source link