PELAKU jambret berhasil menggondol tas milik Bayuk Nur A’yun, 23, warga Desa Pantenan, RT 03 RW 02, Kecamatan Panceng. Mahasiswi salahsatu PTS di Surabaya ini kehilangan handphone dan uang tunai serta surat penting yang ada di dalam tas.

Aksi penjambretan itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor matik nopol W 3454 KM melintas di Jalan Raya Veteran, kemarin pagi. Kepada Radar Gresik, A’yun, korban mengatakan, pagi itu dia bermaksud pergi ke Mapolres Gresik.

“Saya hendak mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK, Red) ke Polres Gresik,” terang korban.

Korban tidak tahu jika dirinya dibuntuti pelaku sejak dari perempatan Segoromadu. Saat melintas di Jalan Veteran tepatnya di depan Wisma A Yani, tiba-tiba dia dipepet pelaku mengendarai motor matik warna hitam. Pelaku mendekat kepada korban dan menarik tas jinjing yang diletakkan sebelah kiri tangannya.

“Pelakunya melakukan aksinya seorang diri. Kejadiannya berlangsung sangat cepat,” imbuh korban.

Dikatakan, sempat terjadi aksi tarik menarik antara korban dan pelaku. Namun pelaku berhasil mengambil tas, saat tali pengaitnya putus. Alhasil, korban harus merelakan sebuah HP android, uang tunai Rp 1,5 juta dan surat-surat berharga berpindah tangan.

“Sebenarnya saya sudah berteriak minta tolong tapi kemungkinan orang-orang takut,” tuturnya.

Setelah berhasil menggondol tasnya, pelaku memutar kendaraannya di depan RM Pak Elan 1 dan lari ke arah Surabaya. Korban yang masih shock tidak bisa mengejar pelaku dan memilih untuk melaporkan hal ini ke Polres Gresik. “Kalaupun dikejar tentu tidak akan bisa. Disamping itu saya takut pelaku membawa senjata,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Tiknarto Andaru Rahutomo belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Beberapa kali dihubungi yang terdengar hanya nada sambungnya saja. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)