Jika tidak, bahaya bisa saja menghampiri hingga merenggut nyawa mereka seketika. Seperti yang dialami sekeluarga asal Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, saat melintasi jalur alternatif Mojokerto-Batu, tepatnya di medan ekstrem tanjakan Kemiri, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (18/6) tadi malam.

Menumpangi minibus Elf nopol S 7503 W, 19 penumpang terdiri dari 11 dewasa dan 8 anak-anak itu mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di jalur yang berdekatan dengan rest area.

Mobil yang dikemudikan Khosim, 43, terguling setelah sebelumnya menabrak tebing akibat rem blong saat melintas di jalur dengan turunan tajam itu. Akibatnya, 19 penumpang beserta sopir mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

Kesemua korban dilarikan petugas kepolisian dibantu tim relawan ke beberapa rumah sakit. Di antaranya, Rumah Sakit (RS) Sumberglagah, Pacet dan RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Mojokerto.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPI NU) Kabupaten Mojokerto, Saiful Anam, mengungkapkan, mobil tersebut semula berjalan dari arah Batu, menuju Pacet, melintasi kawasan Cangar.

Setibanya di sekitar lokasi, mobil mengalami rem blong dan tidak bisa dikendalikan. ”Pengemudi sempat berusaha membanting stir ke kiri, namun menabrak tebing di depannya. Mobil lalu mengalami kecelakaan dan terseret sejauh kurang lebih 40 meter,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, para korban adalah rombongan sekeluarga yang baru saja berlebaran mengunjungi kerabat di daerah Dampit, Kabupaten Malang. 

(mj/far/ris/JPR)

Source link