SOLO – Kurang dari enam hari lagi, proyek perbaikan drainase di Jalan dr Moewardi Kota barat habis masa kontrak. Saat ini, mereka tak hanya harus memenuhi deadline kontrak. Namun juga mesti memastikan pekerjaan sudah beres sebelum Natal dan Tahun Baru agar arus lalu lintas di kawasan Kottabarat bisa lancar.

Perbaikan drainase yang menjadi pendamping proyek Overpass Manahan pada 2018 tersebut dikerjakan dua perusahaan kontraktor berbeda. Untuk sisi barat Jalan dr Moewardi digarap PT Chiko Group dengan anggaran Rp 4,3 miliar. Kemudian, drainase sisi timur jalan dilaksanakan PT Mekar Lima Putra senilai Rp 4,9 miliar.

Masing-masing kontraktor punya progres yang berbeda. Pekerjaan di sisi barat tinggal 5 persen, namun di sisi timur masih tersisa 25 persen. ”Kontrak habis pada 22 Desember. Makanya, pekerja kami minta lembur,” jelas Kasi Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta Joko Supriyanto kemarin (15/12). 

Saat ini pekerjaan yang belum digarap adalah pengaspalan, pemasangan kanstin, paving, dan lampu aksesoris. Ditegaskan Joko, semua pekerjaan harus sudah selesai sebelum Natal. Apalagi, arus lalu lintas di Solo pada momen libur panjang Natal dan Tahun Baru akan sangat padat.

”Saat ini persiapan eksisting dulu untuk pedestrian. Setelah itu, overlay (peninggian aspal jalan) di jalur cepat Jalan Moewardi. Semua dikebut karena perbaikan drainase sisi barat sudah lebih dulu akan rampung. Kami kejar biar bisa selesai bersamaan,” papar Joko.

Terpisah, Kabid Drainase DPUPR Arif Nurhadi mengatakan, perbaikan drainase sisi barat memang diprediksi lebih cepat dari sisi timur mengingat pengerjaan yang lebih dahulu. Disinggung tentang anggota dewan yang mengritik pengerjaan sisi barat yang berantakan, ia mengaku telah mengevaluasi. ”Inlet dan culvert box yang jadi catatan kemarin sudah kami minta perbaikan kepada kontraktornya. Semua dimaksimalkan,” tegas Arif.

Usai perbaikan drainase Jalan dr Moewardi, Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta segera menggelar simulasi lalu lintas sebagai acuan manajemen dan rekayasa lalu lintas saat proyek Overpass Manahan berlangsung. Dishub juga akan mengundang Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

”Kami akan menanyakan kira-kira model pembangunan overpass dimulai dari mana dan seperti apa. Itu agar saat simulasi nanti sudah ada kepastian,” ungkap Kepala Dishub Hari Prihatno. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)