KUDUS – Perayaan Bwee Gee digelar hari ini dengan diikuti lebih dari 30 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). Tak hanya dari Indonesia, namun juga dari negara tetangga, Malaysia.

Pemimpin ritual Kelenteng Hok Hien Bio Kudus Liong Kuo Tjun mengatakan, Bwee Gee merupakan hari tanda terima kasih kepada Dewa Bumi (Hok Tik Cing Sien). Acara tersebut diikuti sekitar 30 TITD dari seluruh Indonesia. Di antaranya dari Semarang, Klaten, Bojonegoro, Gresik, Surabaya, Malang, Jakarta, Indramayu, Cirebon, Manado, dan Bali. Selain itu, juga ada lima kelenteng dari Malaysia. ”Kami sangat mengapresiasi kepada rombongan Malaysia yang mau datang ke TITD Hok Hien Bio Kudus,” ucapnya.

Rombongan dari Negeri Jiran itu, terdiri atas 20 orang dan tiba di Kudus sekitar pukul 13.00 kemarin. Setelah tiba di TITD Hok Hien Bio Kudus, mereka mengikuti ritual penerimaan tamu. Dilanjut peribadatan di dalam kelenteng.

Wakil Ketua Sibu Tua Peh Kong Temple, Sarawak, Malaysia, Tan Boo Chiang mengaku kagum dengan toleransi antarumat beragama di Kudus. ”Kudus is very nice. Indonesia is more tolerant than Malaysia,” ungkapnya yang mengaku baru kali pertama mengunjungi Kudus.

Dia menyatakan, di Indonesia ada umat muslim yang datang ke kelenteng. Hal ini bagus, dan hampir tidak ada di Malaysia. Terutama di Kudus, semua umat beragama bisa hidup damai berdampingan.

”Warga Kudus masih menjaga dan melestarikan budaya tersebut (Bwee Gee). Dalam perayaan ini, warga beragam agama membaur. Toleransi ini salah satu aset penting yang perlu dijaga. Utamanya untuk menjalin kerja sama antarnegara,” ujarnya.

Walaupun diundang secara pribadi, tapi rombongan lima kelenteng dari Malaysia merasa senang, karena bisa menjalin kerja sama antardua negara, Malaysia dan Indonesia. Mereka ada yang baru kali pertama dan kedua mengikuti perayaan Bwee Gee di Kudus.

Selain mengunjungi Kelenteng Hok Hien Bio yang usianya sudah 180 tahun, mereka juga mengunjungi kelenteng lain di Jawa dan Bali. Seperti di Tuban, Madura, dan Denpasar belum lama ini. Hal itu untuk menyambut perayaan Imlek 2568 Cap Jie Gwee.

Liong menambahkan, rangkaian acara Bwee Gee setelah penerimaan tamu dan patung dewa (Kiem Sin) kemarin, dilanjutkan dengan upacara ritual bersama sekitar pukul 18.00. Kemudian ada lelang bendera Lengki Y. M. Makco Kwan See Im Poo Sat serta lelang jubah Kongco dan Makco.

”Malamnya dimeriahkan dengan atraksi barongsai. Di samping itu, kami juga ada pelayanan pengobatan, tolak bala, dan ramalan rezeki, ” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus di sela-sela acara kemarin.

     Selain itu, seluruh umat TITD yang hadir juga melakukan persiapan acara puncak. Yaitu  kirab Dewa Bumi yang digelar hari ini (28/1).

Arak-arakan hari ini diikuti sekitar 1.000 orang dan dimulai pukul 09.00. Peserta menempuh jarak sekitar 5 kilometer. Rute yang dilalui mulai dari Kelenteng Hok Hien Bio ke Jalan Lukmonohadi, Jalan Mangga, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Sunan Kudus, Alun-alun Simpang 7, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tanjung, Jalan Pemuda, kemudian ke Jalan A Yani dan kembali lagi ke Kelenteng Hok Hien Bio.

(ks/ela/ruq/lin/aji/JPR)