BATANG-Sebanyak 178.078 anak di Kabupaten Batang, akan menjalani imunisasi campak dan rubella. Pemberian vaksin tersebut dilakukan selama dua tahap, baik kepada anak sekolah maupun balita. 

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Agus Jaelanai Mursidi mengatakan Kampanye Measles dan Rubella dengan imunisasi secara masal, sebagai upaya pemerintah dalam memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia di bawah 15 tahun.

“Imunisasi akan kami lakukan dengan dua tahap, dengan target 178.078 orang hingga bulan September mendatang,” jelasnya saat menggelar Imunisasi Vaksin Campak dan Rubella di SDN 05 Proyonanggan Batang, Rabu (2/8/2017).

Dijelaskan, untuk tahap pertama, imunisasi digelar di bulan Agustus dengan pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) di seluruh sekolah yang terdiri atas sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SMP/MTs/sederajat yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan Puskesmas dengan mendatangi sekolah-sekolah dengan dibantu oleh guru. Sasarannya di 701 sekolah, dengan jumlah 137.214 anak. 

Untuk tahap kedua, jelasnya, di bulan September. Dilakukan pemberian imunisasi di Posyandu yang dilaksanakan juga oleh petugas kesehatan dengan sasaran 40.864 anak balita.

Bupati Batang, Wihaji bersama Wakil Bupati, Suyono didampingi istrinya turut mendukung program tersebut, dengan turut hadir pada kampanye imunisasi masal. “Imunisasi vaksin campak dan rubella merupakan kegiatan nasional yang harus didukung oleh masyarakat maupun pemerintah agar terhindar dari virus campak,” ujarnya.

Pemerintah Daerah mendukung kegiatan ini dengan sosialisasi ke seluruh satuan pendidikan untuk memperlancar imunisasi ini agar sukses. Kabupaten Batang sendiri, menargetkan minimal 95 persen sasaran, bisa divaksin. Namun pemerintah optimistis bisa melebihi target atau 100 persen dapat terlaksana.

Menurut Bupati, kondisi anak–anak sekarang lebih berani, berbeda dengan zaman dulu yang takut. Bahkan, anak sekatang tahu maksud dan tujuan dari vaksin tersebut. “Anak-anak sekarang berani semua, biasa saja saat divaksin, saya salut,” tutup Wihaji.

(sm/naf/ton/JPR)