Kedua korban bernasib nahas tersebut adalah Rehan Rafi Ravansa, 9, dan Reza Dara Andika, 9. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00. Hingga kemarin, petugas Polsek Plosoklaten masih melakukan penyelidikan. Terutama untuk memastikan penyebab kematian Rehan dan Reza.

“Memang benar ada kejadian anak tenggelam. Laporan dari warga dan kasusnya sudah kami tindaklanjuti,” ujar Kasihumas Polsek Plosoklaten Aiptu Totok Widarto, kemarin.

Menurut dia, peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh pemilik kolam, Tambir, 70, warga Desa Kayunan. Selasa sore itu, Tambir berniat melihat kolam bekas tempat galian bata di belakang rumahnya. Saat itulah ketika berjalan ke sana, dia melihat dua sepeda BMX terparkir di dekat kubangan tanah tersebut.

Anehnya, si pemilik sepeda tidak terlihat berada di dekat area itu. Situasinya memang sudah sepi. Hal inilah yang menyebabkan Tambir curiga. “Saksi (Tambir, Red) curiga karena dari jauh tidak terlihat ada seorang pun di sekitar lokasi kejadian,” kata Totok.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Tambir pun bergegas mendekati lokasi kolam yang dalamnya sekitar dua meter tersebut. “Apalagi, waktu itu sudah sore,” imbuh Totok.

Kekhawatiran Tambir ternyata terbukti. Benar saja, saat didekati lokasi kolam itu, Tambir dikejutkan dengan pemandangan sesosok tubuh bocah yang mengapung. Posisinya telentang. Kaget, Tambir langsung lari dan meminta pertolongan tetangganya.

Mendengar informasi ada bocah tenggelam, puluhan warga sekitar segera berdatangan ke lokasi kejadian. Sebagian dari mereka kemudian berupaya menyelamatkan bocah tersebut.

Setelah berhasil diangkat dari air, barulah diketahui identitas bocah tersebut  adalah Rehan. Ketika ditolong warga, kondisi Rehan masih bernapas. Makanya, sejumlah warga pun lekas mengevakuasi bocah ini ke Klinik Surya Madani. Namun sayang, di tengah perjalanan dia tak mampu bertahan hidup. Rehan pun mengembuskan napas terakhirnya.

Karena ada dua sepeda di pekarangan belakang rumah Tambir, saat sebagian warga membawa rehan ke klinik, sebagian yang lain tetap melakukan pencarian di dalam kolam.

“Warga curiga masih ada korban lain. Itu karena sepeda yang tertinggal di dekat lokasi kejadian ada dua,” papar Totok.

Setelah diselami dan dilakukan pencarian, akhirnya warga menemukan tubuh korban yang kedua. Setelah dievakuasi dari kolam, dipastikan jika bocah yang turut tenggelam tersebut adalah Reza. “Tetapi sayang, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Totok.

Tak ingin terjadi masalah, sejumlah warga pun melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Plosoklaten. “Begitu dapat informasi tersebut kami pun langsung meluncur ke lokasi kejadian. Namun sebelumnya, kami juga telah berkoordinasi dengan tim identifikasi Satreskrim Polres Kediri,” terang Totok.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas identifikasi kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, setelah diperiksa selama satu jam petugas tidak menemukan adanya sesuatu hal yang mencurigakan.

Begitupun hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter di Klinik Surya Madani. Dokter menyebut jika di tubuh Rehan dan Reza tidak ditemukan luka bekas penganiayaan. Diduga kuat kedua bocah tersebut tewas karena kehabisan napas.

“Kemunginan besar kondisi itu terjadi karena lamanya mereka tenggelam di kolam,” kata Totok.

Usai divisum, jenazah kedua bocah itu pun langsung dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. “Kami lakukan itu sesuai dengan permintaan pihak keluarga korban yang menolak anaknya diotopsi,” pungkas Totok.

(rk/rzl/die/JPR)

Source link