(GRAFIS: REZA FAIRUZ/RABA)

PESANGGARAN – Kandang kambing seluas tujuh meter kali 15 meter milik Subur Riyanto, 45, di Dusun Ringinagung, RT 2, RW 7, Desa/Kecamatan Pesang­garan, ludes terbakar kemarin pagi (8/6). Puluhan ekor kambing yang ada di kandang, tidak ada yang bisa dise­lamatkan dan semua mati terpanggang.

Kambing milik Subur itu, selama ini dirawat oleh tetangganya. Saat kebakaran terjadi, aktivis LSM itu akan salat subuh. “Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 04.00, saya dilapori warga saat akan salat subuh,” kata Subur Riyanto.

Usai dilapori warga kalau kan­dang kambingnya terbakar, Subur langsung menuju lokasi kandang­nya. Setiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar semua kandang berikut dengan kambing­nya. “Saya datang apinya sudah membesar,” cetusnya.

MEMBARA: Kandang kambing milik Subur di Dusun Ringinagung, Desa/Kecamatan Pesanggaran terbakar, kemarin pagi (8/6).
(KRIDA HERBAYU/JPRG)

Subur bersama warga, hanya bisa melihat api melahap semua bangunan kandang yang terbuat dari bambu berikut dengan isinya. Saat terbakar itu, di dalam kandang ada 24 ekor kambingnya. “Tidak ada yang bisa diselamatkan, semua kambingnya mati terbakar,” ungkapnya.

Api yang membakar kandang ayam itu, baru padam dengan sendirinya sekitar pukul 05.30. Saat itu, puluhan ekor kambing sudah mati dengan tubuh gosong. Malahan, banyak dari kambing itu yang sudah tidak berbetuk. “Tidak ada yang tersisa, kerugian sekitar Rp 52 juta,” cetusnya.

Subur mengaku tidak tahu pasti asal api yang telah membakar kandang, berikut dengan kam­bingnya. Dugaan sementara, api dari sisa pembakaran sampah di dekat kandang. “Sore yang me­rawat kambing membakar sampah dekat kandang, mungkin api tidak mati dan akhirnya merambat dan mem­bakar rumput yang kering,” katanya.

KAKU: Subur (kiri) mengamati kambingnya yang gosong setelah terbakar, kemarin (8/6).

KAKU: Subur (kiri) mengamati kambingnya yang gosong setelah terbakar, kemarin (8/6).
(KRIDA HERBAYU/JPRG)

Setelah api padam, 24 ekor kambing yang sudah mati dengan tubuh gosong itu dikumpulkan. Kambing itu, selanjutnya akan dikubur di sekitar lokasi kandang. “Semua kambing yang mati ini akan kita kubur,” jelasnya.

Menurut Subur, dari 24 ekor kambing yang mati terpanggang itu satu ekor kambing pejantan jenis ethawa, satu ekor pejantan kambing biasa, dan empat ekor kambing betina. Selain itu, juga ada 18 ekor kambing peranakan biasa. “Namanya musibah, mesti bagaimana lagi. Saya hanya bisa pasrah,” ujarnya.

Subur menyebut kebakaran ini murni karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan. Dia belum sempat melaporkan kebakaran ini kepada kepolisian. “Laporan saya pending, saya iklas dengan kejadian ini. Mungkin saya harus banyak mengambil hikmah atas kejadian itu,” pungk­sanya.

(bw/kri/rbs/JPR)

Source link