68 Madrasah Belum Siap Gelar UNBK Mandiri – Radar Madura

Ratusan lembaga madrasah tersebut terdiri atas 223 MTs dan 85 MA. Perinciannya, 167 MTs siap menggelar UNBK mandiri dan 56 MTs lainnya masih bergabung ke sekolah lain. Sementara, MA yang bisa menggelar UNBK mandiri 73 madrasah dan 12 MA sisanya bergabung. Dengan  demikian, total madrasah yang tidak bisa melaksanakan  UNBK mandiri mencapai 68.

Kemenag Sampang mengklaim, dari ratusan MTs dan  MA, 90 persen di antaranya dipastikan siap menggelar UNBK mandiri. Padahal jika dipersentase dengan jumlah perincian madarasah, yang bisa melaksanakan UNBK mandiri hanya 77,9  persen atau 240 madarasah.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sampang Mawardi mengklaim, komputer dan guru teknisi di tiap sekolah sudah mamadai dan bisa melangsungkan UNBK. Namun, apabila ada sekolah yang belum punya labotarium komputer, siswa tetap bisa mengikuti UNBK dengan menumpang di sekolah lain.

”Jumlah sekolah yang menggelar UNBK mandiri tahun ajaran 2017–2018 jauh lebih meningkat jika dibandingkan dengan 2016–2017. Yakni, hanya ada 55 MA dan 1 MTs,” terangnya Jumat (5/1).

Mawadi mengaku aktif bersosialisasi dan memberikan pembinaan mekanisme pelaksanaan UNBK terhadap MTs dan MA.  Tujuannya, agar pelaksanaan UNBK berjalan baik dan lancar. ”Pembinaan kami berikan sejak September hingga Desember 2017,” ujarnya.

Koordinasi dengan seluruh lembaga untuk melengkapi sarana yang dibutuhkan juga telah dilakukan. Pengadaan komputer dapat dianggarkan melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis).

”Lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag tidak harus menunggu bantuan untuk menggelar UNBK. Sebab, kami memang tidak menganggarkan dana untuk itu,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta Kemenag tidak memaksakan seluruh sekolah bisa melaksanakan UNBK mandiri. Mengingat, masih banyak MTs dan MA di Kota Bahari yang belum memiliki sarana dan prasarana (sarpras) lengkap.

”Kami tidak ingin sekolah berlomba-lomba memaksakan diri menggelar UNBK mandiri. Tapi, hasilnya tidak maksimal. Nah, hal ini perlu mendapat perhatian dari Kemenag,” pintanya.

(mr/nal/onk/han/bas/JPR)