72 Siswa Bolos selama Dua Bulan – Radar Bojonegoro

Fenomena siswa membolos ini masih menjadi problem anak-anak yang perlu dituntaskan. Sebab, demi keberlanjutan generasi. Apalagi siswa di Bojonegoro telah mendapatkan subsidi pendidikan. Kepala Satpol PP Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, selain menertibkan PKL bandel dan bangunan liar, instansinya juga fokus penertiban siswa yang membolos di warung. Siswa membolos mulai menjadi tren, terutama kalangan siswa SMA/SMK dan SMP. 

Padahal, menurut dia, pemerintah telah memberi subsidi untuk biaya pendidikan siswa tersebut. “Ini tindakan tidak disiplin. Jadi kami tindak tegas agar ada perbaikan,” katanya kemarin.Dia menjelaskan, enam pelajar yakni satu siswa SMP dan lima siswa SMK tersebut diamankan dari salah satu kafe yang terletak di Jalan dr. Sutomo. Penertiban karena saat jam-jam belajar, mereka kedapatan bersantai di warung sambil bermain gadget. 

Tentu saja, kata dia, itu tindakan tidak dibenarkan dan dikhawatirkan menular pada pelajar-pelajar lainnya. Karena itu, satpol melakukan tindakan tegas agar bisa menjadi hukuman moral bagi para pelajar. Selain disuruh menulis surat pernyataan dan harus pulang dengan cara dijemput orang tua atau guru, enam siswa tersebut dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal Pancasila. Hukuman itu, menurut dia, untuk kembali mengingatkan siswa-siswa itu pada kedisiplinan. 

Gunawan mengatakan, selama ini sanksi hanya pada pembinaan dan pemanggilan orang tua. Namun, sudah seharusnya pihak keluarga memperhatikan kegiatan anak-anak di luar rumah. Atau pihak sekolah lebih memperhatikan kegiatan anak-anaknya di luar sekolah. Sehingga, kegiatan tidak produktif itu tidak menular pada siswa-siswa lain. Selama Januari hingga pertengahan Februari ini, satpol PP setempat sudah menemukan 72 siswa yang membolos. Temuan itu, setelah petugas satpol melakukan penertiban dan menyisir di warung atau kafe. “Selama Januari hingga Februari ini, sekitar 72 siswa kita jaring,” tegasnya.

(bj/zky/rij/faa/JPR)

Source link