Kapolsek Kubutambahan, AKP I Made Mustiada yang dikonfirmasi Minggu (3/6) sore menjelaskan belum berani memastikan penyebab kematian korban. Pasalnya hingga kini belum mengantongi hasil pemeriksaan dari Labforensik Denpasar. Pihaknya tengah menunggu hasil tes toksikologi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Memang tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada korban. Tetapi kami belum bisa memastikan meninggalnya apakah karena obat atau karena hal lain,” ujar dia.

Polisi pun sebut AKP Mustiada sempat melakukan pemeriksaan intens terhadap pacar korban Komang PR. Hasilnya, Komang PR memang mengakui dirinya menjalin asmara dengan korban sejak tiga tahun lalu.

Di hadapan polisi, Komang PR mengatakan saat ditemukan tewas, korban dalam kondisi hamil delapan bulan. Bahkan, pria yang merupakan warga Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa/Kabupaten Kubutambahan, sempat mengajak korban untuk menikah sejak awal diketahui mengandung.

Hanya saja ajakan untuk menikah menurut pengakuan Komang PR ditolak remaja yang baru menamatkan pendidikannya di salah satu SMK di Kubutambahan. Pasalnya korban mengaku takut dengan orangtuanya. Akhirnya keduanya pun memutuskan untuk menggugurkan buah cinta mereka dengan membeli obat di apotek.

Komang PR dan korban sepakat membeli obat bersama di sebuah apotek di wilayah Kota Singaraja pada Sabtu (26/5) lalu atau sehari sebelum ditemukan tewas.

Setelah mengantongi obat tanpa resep dokter, Komang PR pun kembali mengantarkan korban ke kosannya. Namun malang, pada Minggu (27/5) sekitar pukul 09.00 pagi, Komang PR sudah mendapati kekasihnya meninggal di kamar kos yang posisinya paling pojok selatan.

Berbekal dari hasil pemeriksaan tersebut, AKP Mustiada mengaku masih melakukan pengembangan. Termasuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang memungkinkan untuk dimintai keterangan.

Di tempat terpisah, dari hasil otopsi jenazah korban menurut Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Sanglah, dr. Dudut Rustiadi memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja tim forensik memang menemukan seorang bayi laki-laki cukup umur dalam keadaan meninggal dengan berat 2,1 kilogram dalam rahim korban.

Selain melakukan otopsi Labforensik juga melakukan tes toksikologi untuk memastikan penyebab kematian korban dan tes DNA kepada orok dan juga pacar korban Komang PR.

Diberitakan sebelumnya KS ditemukan tewas di kamar kostnya wilayah Banjar Dinas Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan. Remaja asal Desa Musi yang baru saja lulus SMK diduga tewas karena mencoba melakukan aborsi pada Minggu (27/5) lalu.

KS ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di atas tempat tidurnya, dengan posisi badan menengadah, kepala menghadap ke arah timur dan kaki ke arah  barat.  Di dalam kamarnya pula, polisi menemukan barang bukti berupa tiga butir pil yang diduga untuk menggugurkan kandungan, serta gumpalan darah yang ditemukan di atas seprai serta di pembalut yang ia kenakan. 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link