GAMBIRAN-Untuk menyemarakkan gerakan makan ikan, dan memperingati hari ikan nasional pada 21 November 2017, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Disperipangan) Kabupaten Banyuwangi menggelar lomba cipta menu masakan lele yang dilaksanakan di kantor Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, kemarin (16/11).

Kegiatan yang dirancang untuk masuk menjadi rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest), dan bertajuk nasi bungkus panas olahan lele (Si Bunas Olele), itu diikuti sejumlah peserta dari PKK Kecamatan Genteng, Gambiran, Bangorejo, Tegalsari, Cluring, dan PKK dari Desa Wringinagung. Mereka berlomba kreasi menciptakan menu yang menarik dalam penyajian.

Selain lomba cipta menu, dalam kegiatan itu juga digelar operasi pasar murah, penyerahan bibut lele pada kelompok masyarakat (pokmas), pameran produk, santunan anak yatim, dan pembagian sembako untuk orang tua.

Kepala Disperipangan Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan kegiatan yang dikuti 18 peserta ini untuk mendorong perikanan air tawar semakin maju, baik dari segi produksi maupun olahan. “Dengan melakukan even ini diharapkan bisa menimbulkan semangat baru bagi budidaya dan pengolahan ikan tawar,” katanya.

Dalam lomba cipta menu ini, juara 1 diraih PKK dari Kecamatan Genteng, juara II PKK Dusun Sumber Jaya, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Juara III PKK Desa Wringinagung, dan juara harapan PKK Desa/Kecamatan Gambiran.  

Si Bunas Olele yang digelar ini merupakan kegiatan kemitraan bersama PKK baik di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa. Dengan melibatkan banyak elemen ini, diharapakan geliat masyarakat dalam budidaya perikanan semakin tinggi dan bisa menjadi bagian dari Banyuwangi Festival. “Harapannya  menjadi agenda Banyuwangi Festival,” katanya.

Hary mengungkapkan Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, dipilih sebagai lokasi karena di desa ini kegiatan budidaya perikanan air tawar oleh masyarakat mulai tumbuh, terutama yang menggunakan kolam nonpermanent, atau sering disebut bioflok. “Sudah mulai banyak kelompok, ini dengan teknologi bioflok kolam nonpermanen,” jelasnya.

Tidak berhenti dalam even saja, pemberdayaan perikanan juga dilakukan Disperipangan Banyuwangi, dengan melibatkan pengusaha perikanan dengan menjalin kemitraan melalui sejumlah cara. Saat ini, pihaknya telah berhasil menggadeng investor dari Jepang untuk pengembangan budidaya sidat yang sedang dimulai di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari dan di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. ” Untuk menyemangati para pembudidaya sidat, ada inverstor dari Jepang,” terangnya.

Untuk kerjasama dengan pengusaha, pihaknya telah meminta agar mengeluarkan dana CSR dan kemitraan untuk para pembudi daya perikanan. Saat ini, ada sekitar 40 pengusaha mulai dari pengusaha tambak, cold storage, dan sejumlah pengusaha di bidang perikanan yang tergabung dalam Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar Banyuwangi (Asperwangi), sudah berkomitmen untuk menjalin kemitraan. “Kita ada kemitraan dengan para pengusaha Asperwangi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam acara Si Bunas Olele itu mengatakan budidaya lele itu salah satu bentuk perikanan air tawar yang mudah dilakukan warga dengan teknologi yang sederhana. Selain itu, juga mudah dalam penjualan hasil panen. “Saya kira ini bagus, budidaya lele, prosesnya juga mudah,” ucapnya.

Bupati Anas menilai, olahan berbahan baku daging lele memiliki cita rasa yang cukup enak. Dan itu bisa dikembangkan menjadi bisnis kuliner yang memiliki peluang tinggi. “Usaha yang mudah dan tepat, saya rasakan masakannya juga enak, ini bisnis yang tidak rumit,” jelasnya.

Pada acara itu Bupati Anas mengajak pada warga untuk mulai berpikir dan beralih ke perikanan air tawar. Sebab, usaha ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan. “Secara bertagap kita harus budidaya ikan air tawar, dan itu yang mudah ya lele ini,” katanya.

Source link