Air Kolam Kotor, Cat Mengelupas – Radar Kediri

Seperti dikatakan oleh Hastina, siswi SMPN 1 Loceret yang kemarin berkunjung ke sana. Siswi berkerudung itu menyoroti sejumlah wahana permainan yang terlihat tak terawat. “Banyak tempat permainan yang catnya mengelupas. Kelihatannya jadi kusam,” kata Hasti.

Selain cat yang mengelupas, Hasti juga melihat wahana permainan bandulan di bagian belakang yang rusak. Demikian juga dengan air kolam yang menurutnya kotor. “Banyak daun jatuh di kolam renang yang tidak dibersihkan,” keluh siswi asal Desa Kwagean, Kecamatan Loceret ini.

Lebih jauh Hasti mengatakan, setiap akhir pekan dirinya sering berkunjung ke TRAL bersama keluarganya. Di hari biasa, dia sering berolahraga renang bersama teman-temannya ke sana.

Karenanya, Hasti berharap pemkab memberi perhatian terhadap objek wisata di Kelurahan Ploso itu. “Kalau kolamnya bersih kan pengunjungnya juga nyaman. Wahana permainannya minimal dicat,” pinta gadis yang kemarin baru saja berlatih renang dengan teman-temannya itu. 

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk Gondo Hariyono yang dikonfirmasi tentang kondisi TRAL yang kurang terawat mengatakan, anggaran perawatan tempat wisata yang bersebelahan dengan Stadion Anjuk Ladang itu memang sangat minim. Tahun ini, dinas hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 15 juta. “Jadi setiap triwulan sekitar Rp 3 juta,” katanya.

Apakah tidak bisa dinaikkan? Gondo mengatakan, setiap tahun anggaran perawatan di semua objek wisata yang dikelola pemkab hanya berkisar Rp 12 juta sampai Rp 15 juta. “Tidak pernah naik. Setiap tahun memang sebesar itu,” lanjut pria yang juga Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Nganjuk ini.

Anggaran tersebut, lanjut Gondo, digunakan untuk membeli makanan hewan di TRAL. Di antaranya rusa, kalkun dan kera. “Untuk makanan rusa paling banyak,” tandasnya.

Adapun sisa anggaranya tidak bisa digunakan untuk merawat sarpras yang lain. Meski demikian, Gondo mengaku pemkab punya rencana besar untuk TRAL. Tahun depan mereka akan mengubah TRAL menjadi objek wisata keluarga dan olahraga. “Kami akan redesign lagi,” urai mantan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk ini.

Untuk merealisiasikan hal tersebut, disparporabud akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 55 juta di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018. Dana itu akan digunakan untuk pembuatan detail engineering design (DED) revitalisasi TRAL. Adapun realisasi proyek pada 2019 nanti. 

(rk/baz/die/JPR)

Source link