Air Sering Macet, Dewan Panggil PDAM – Radar Madura

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Muchlis Assuryani mengutarakan, pemanggilan itu untuk mengoreksi pelayanan PDAM terhadap pelanggan. Sebab, banyak keluhan dari masyarakat mengenai pasokan air yang tidak mengalir. Bahkan, kejadian itu berlangsung lama.

”Ini banyak keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan PDAM. Banyak pasokan air yang macet,” ungkap Muchlis.

Salah satu contoh, kata Muchlis, di Perumahan Nilam Bangkalan. Banyak warga mengeluh lantaran air PDAM tidak mengalir. Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Karena itu, komisi B meminta pihak PDAM segera melakukan pembenahan.

”Hal-hal seperti itu juga terjadi di perumahan lain. Makanya, PDAM harus bertanggung jawab dan memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan,” desaknya.

Sebab, lanjut Muchlis, pelanggan sudah bayar ke PDAM sehingga segala haknya harus dijamin. ”Kalau mati seharian kan kelimpungan. Apalagi, air itu menjadi kebutuhan dasar,” katanya.

Komisi B mengusulkan kepada PDAM untuk membentuk tim reaksi cepat terhadap pengaduan pelanggan ke depannya. Dengan demikian, ketika ada keluhan pelanggan, pihak PDAM langsung meluncur ke lokasi. Kemudian, juga jangan hanya menyiapkan nomor telepon kantor. Sebab, kalau hari Minggu, pelayanan PDAM itu tutup.

”Terus mau nelpon ke siapa kalau misalnya kejadiannya di hari Minggu. Makanya, siapkan juga nomor seluler yang lain,” sarannya.

Menanggapi itu, Direktur PDAM Bangkalan Andang Pradana menyatakan siap memberikan pelayanan maksimal. Namun, untuk di Perumahan Nilam Bangkalan itu karena pipa yang biasa dialiri air kena beban berat, sehingga pecah dan lepas. ”Namun, sudah kami atasi,” klaimnya.

Untuk usulan tim reaksi cepat, kata Andang, PDAM sudah membentuk tim dengan jumlah personel 19 orang. ”Sudah kami bentuk,” ujarnya.

Mengenai sebagian lokasi lainnya yang mengalami macet air, itu karena ada pipa yang overload. Sebab jumlah konsumen terus bertambah, sementara jaringannya masih tetap.

”Jadi perlu dikembangkan. Kapasitasnya perlu ditambah. Salah satunya dengan perubahan jaringan,” ucapnya.

Cara itu sudah dilakukan di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Jokotole, Jalan Marzuki, dan titik-titik yang lain. ”Pemadaman air harus bergantian. Itu yang bikin macet dan pelanggan ngeluh. Tapi, lambat laun bisa diatasi dan tidak akan terjadi lagi,” tukasnya. 

(mr/daf/onk/han/bas/JPR)