Akali Koperasi, Gelapkan Rp 13,9 Juta – Radar Surabaya

Polisi menyita surat perjanjian dan surat pernyataan palsu yang didibuat oleh tersangka. Juga barang-barang yang dibeli tersangka dengan uang hasil penggelapan tersebut.

Kapolsek Prambon AKP Isharyata menuturkan, terungkapnya penggelapan yang dilakukan Riski bermula dari audit yang dilakukan KSP Makmur Jaya. Dari audit keuangan mulai Desember 2017 sampai Maret 2018 diketahui ada perbedaan penerimaan dan pengeluaran. “Pimpinan curiga karena ada pengeluaran uang, namun pemasukannya tidak ada. Jadi, kreditur tidak membayar sama sekali,” tuturnya.

Setelah audit, pihak perusahaan langsung melakukan pengecekan ke peminjam yang diduga macet bayar. Saat itulah diketahui jika nama debitur yang diajukan oleh tersangka ternyata fiktif. “Nama-nama debitur tersebut didatangi. Mereka mengaku tidak pernah menerima uang yang disangkakan tersebut. Sehingga pihak koperasi langsung meminta pertanggungjawaban tersangka,” katanya.

Dari penghitungan pihak koperasi, diketahui jika uang yang digelapkan oleh tersangka sejumlah Rp 13,9 juta. Pihaknya sempat memanggil tersangka dan meminta pertanggungjawabannya dengan memberi jangka waktu untuk mengembalikan uang yang digelapkan itu. Tersangka kemudian dipecat sejak Maret 2018.

“Setelah itu, tersangka tidak juga mengembalikan uang yang digunakannya sehingga dilaporkan ke kami. Tersangka langsung kami amankan,” jelasnya.

AKP Isharyata mengatakan, tersangka ini menggunakan dua modus untuk mengakali koperasi tempatnya bekerja. Pertama, dengan mengajukan dana menggunakan data nasabah yang sudah lunas. Modus kedua, dengan menggunakan data nasabah yang tidak jadi pinjam. Uang hasil penggelapan sudah habis digunakan tersangka. “Uangnya habis untuk membeli celana, baju, helm dan keperluan lain,” tutur AKP Isharyata. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)