Aktivis NU Ngajar di Pelosok – Radar Jember

NU Youth Care menjadi wadah bagi para pemuda untuk menerapkan ilmunya di masyarakat. Mereka datang membawa solusi terhadap permasalahan yang terjadi di daerah pelosok. “Kami mengajar di Dusun Tenap, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk yang berada di daerah pelosok,” kata Aris Dermawan ketua PC IPNU Jember.

Dia mengatakan, kegiatan sosial itu merupakan kali pertama diadakan. Lokasi pemilihan tempat karena memang mayoritas warga di sana dari kalangan yang memiliki pendidikan rendah, ekonomi menengah ke bawah. “Mereka sebagai buruh tani, rumah dari gedek bambu,” ucapnya.  

Tak heran, banyak warga yang enggan berobat ketika sakit, bahkan mereka masih buta aksara. “Akses ke sana cukup sulit, pendidikan minim, hanya ada satu SD dengan 99 siswa dan lima guru,” ungkap Aris. 

Para pemuda NU merasa terpanggil untuk ikut membangun warga yang tinggal di daerah pelosok tersebut. Selain mengamalkan ilmu, juga bentuk pengabdian pada masyarakat. “Melalui wadah ini kami ingin membangun warga,” tuturnya.

Ada 15 relawan yang terjun dalam kegiatan sosial tersebut. Mereka merupakan pilihan dari 88 pendaftar. Enam relawan mengajar di sekolah, lima relawan sosial dan empat relawan kesehatan.  Mereka  berasal dari berbagai kampus mulai dari IAIN Jember, Unej, Stikes dan lainnya. 

Ketua panitia,  Giovano Bhakti Meizhar menambahkan kegiatan sosial itu dilakukan selama tiga hari, sejak 5 sampai 7 Januari 2018. “Macam kegiatannya ada kelas motivasi,  pohon cita-cita, menghias kelas, outbond dan mengajar buta aksara,” tuturnya. 

Sedangkan kegiatan sosial dilaksanakan dengan melakukan bersih-bersih masjid, pembenahan MCK di sungai, memberi pakaian gratis, serta penyuluhan kesehatan. Kehadiran para pemuda itu memberikan pencerahan baru bagi warga Desa Sucopangepok. “Kami belajar dan bermain bersama disana,” tandasnya.

(jr/gus/das/JPR)

Source link