JOMBANG – Beredarnya wortel berbahaya masuk Jatim, tak membuat Dinas Perdagangan Jombang langsung sigap.

Hingga kemarin, masih adem ayem. Belum ada langkah serius baik survei ke seluruh pasar maupun melakuan pengecekan.

’’Jadi kami belum bisa mensikapi, karena belum ada surat dari provinsi,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan Jombang, Masduqi Zakaria, melalui Kabid Stabilisasi Perdagangan dan Kemetrologian, Suhartono, kemarin.

Meski begitu, sementara pihaknya memprediksi peredaran wortel impor tersebut tak sampai ke Jombang.

Pihaknya sementara mengklaim masih aman. ’’Karena belum ada laporan yang masuk, apalagi kita juga belum terjun ke pasar-pasar,’’ imbuhnya.

Dia juga tak bisa menjelaskan dengan rinci perbedaan wortel tersebut dengan wortel lokal. ’’Belum ada petunjuk, jadi belum bisa membedakan. Kami baru tahu juga dari media kemarin,’’ pungkasnya singkat.

Sementara, pantauan di Pasar Pon Jombang, beberapa penjual sayuran mengaku tak pernah menjual wortel impor. Selama ini, wortel yang dijual merupakan wortel lokal. ’’Sampai sekarang belum pernah jual wortel impor,’’ ungkap Budi, salah satu penjual.

Dia mengakui wortel yang biasa dia jual bukan dari Jombang. Melainkan, dari luar daerah. ’’Biasanya kulakan dari Pare,’’ imbuhnya. Kendati demikian, dia mengakui pernah mendapat tawaran dari salah satu tengkulak.

’’Dulu pernah ditawari, bedanya dagingnya agak tebal, kemudian warnanya juga lebih mencolok dibanding wortel lokal. Tapi, harganya mahal, sekilo sekitar Rp 30 sampai Rp 35 ribu,’’ sebutnya.

(jo/fid/bin/JPR)

Source link