“Kegiatan ini dilakukan juga sekaligus untuk mengecek seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan pilkada serentak 2018. Sehingga seluruh tahapan pilkada dapat berjalan lancar dan damai. Pada konteks inilah Polri sebagai leading sector beserta seluruh stakeholder terkait wajib untuk mengawal dan mengamankan proses pilkada secara optimal,” urai Wakapolda Bali Brigjenpol I Gede Alit Widana usai apel.

Seperti diketahui, ada tiga hajatan pilkada di Bali. Selain Pilgub Bali, dua kabupaten, yakni Gianyar dan Klungkung juga menggelar pemilihan bupati (pilbup). Menurut Alit Widana, hal – hal yang perlu diantisipasi oleh jajaran Polda Bali nantinya adalah dinamika perkembangan politik yang berpengaruh terhadap masalah Kamtibmas. “Mulai dari tahap pendaftaran paslon sampai dengan pelantikan gubernur maupun bupati,” ujarnya.

Mengenai jumlah pasukan yang akan dilibatkan dalam pengamanan tersebut dikatakannya berfluktuasi karena masing – masing tahapan jumlahnya berbeda. Pengerahan pasukan berjumlah besar nanti akan dikerahkan pada saat tahapan pemungutan suara. Tercatat, setidaknya ada 7500 tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Bali yang harus diamankan. “Hampir 10 ribu personel Polda Bali akan dilibatkan dalam tahapan pemungutan suara tersebut,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bali untuk menjadikan pesta demokrasi pilkada ini sebagai ajang memilih pemimpin yang baik, serta dapat bersama – sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami semua adalah bersaudara,” imbuhnya.

Gelar pasukan ditandai dengan penyematan pita tanda operasi Mantap Praja – 2018, yang dilaksanakan oleh perwakilan dari anggota Kodam IX/Udayana, personel Polda Bali, Linmas Provinsi Bali dan Pecalang Provinsi Bali. 

(bx/afi/bay/yes/JPR)

Source link