AMPI Gelar Sekolah Leadership – Radar Jember

Ketua AMPI Bondowoso Ady Kriesna mengungkapkan, Diklat Leadership merupakan rangkaian kedua Pra-Musda AMPI 2017. Sebab sebelumnya telah dilaksanakan Khitanan Massal. Dan selanjutnya, pada 19 November nanti, akan dilaksanakan Opening Ceremony Musda AMPI 2017. “Setelah opening dilanjutkan Konvoi Kebangsaan yang dikemas Jalan-jalan Anak Bangsa,” paparnya.

Jalan-jalan tersebut diikuti OKP, Ormas, Klub Motor serta Kelompok Pemuda. Totalnya sekitar 30 kelompok. Tujuan Konvoi Kebangsaan yang dikemas Jalan-jalan Anak Bangsa itu adalah ke Batu Susun Solor. Dimana tujuannya adalah mengenalkan salah satu objek wisata di Bondowoso. Sebab Batu Susun Solor adalah Stonehenge of Java. “Kami ingin membawa pemuda agar lebih cinta pada pariwisata Bondowoso, sekaligus kami ajak diskusi tentang pariwisata Bondowoso,” jelas orang yang kini menjadi Ketua Komisi II DPRD Bondowoso tersebut.

Dihari yang sama, para pemuda itu akan dibawa ke Ponpes Darul Falah Cermee, sore harinya. Di pondok yang diasuh Ketua PCNU Kiai Abd Qodir Syam itu, mereka akan Ngaji Kebangsaan. Formatnya, para kelompok pemuda ini tidak ada sekat. Didalamnya ada materi memupuk persatuan sesama anak bangsa. “Sehingga masyarakat Bondowoso semakin kompak, bersatu untuk kedepan bersama-sama membangun Bondowoso sesuai tanggung jawabnya masing-masing,” jelas alumnus Unmuh Jember itu. Selain itu masih ada kegiatan Bhakti Sosial dan Futsal AMPI Cup. Namun pada waktu yang berbeda.

Sementara khusus Sekolah Leadership, pematerinya diisi para tokoh. Diantaranya Anggota DPRD Jatim Moch Eksan, Dosen IAIN Sunan Ampel M Syaeful Bahar dan Pengurus DPW AMPI Victor. M Syaeful Bahar dalam kegiatan itu mengupas tentang tantangan para pemuda. “Pemuda seharusnya berperan sebagai motor penggerak, tidak ada perubahan di dunia ini yang tidak dipelopori pada pemuda, bahkan ide lahir dari para pemuda,” tegasnya.

Dijelaskan, negeri ini tidak akan merdeka tanpa peran pemuda yang berani menculik Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan. Sehingga peran pemuda ini memiliki peran sentral. “Namun pertanyaannya apakah pemuda itu mau memerankan peran pemuda menjalankan perubahan atau tidak,” tegasnya. Dalam hal ini juga peran orang tua apakah memberi ruang atau tidak.

Bahar sangat mengapresiasi peran AMPI yang melakukan pelatihan leadership. Sebab dengan pelatihan itu bisa memotivasi para pemuda untuk ambil bagian dalam perubahan. 

(jr/hud/wah/das/JPR)

Source link