Anak Angkat Curi BPKB Motor Milik Bapak – Radar Surabaya

Air susu dibalas dengan air tuba. Hal ini mungkin pantas disematkan pada tersangka Pungki Setyo, 23, warga Perumahan Tanggulangin Asri III Blok M, Desa Kepuhkiriman, Tulangan.
Tersangka ditangkap personel Polsek Tulangan karena diduga mencuri STNK dan BPKB sepeda motor milik bapak angkatnya berinisial SK, 37, perangkat Desa Grabagan, Tulangan. Tersangka yang sudah diasuh oleh SK dan dianggap anak kandungnya sendiri ini dilaporkan setelah ketahuan menggadaikan BPKB motor miliknya.
Kejadian tersebut bermula pada 15 Maret 2018 lalu. Korban yang hendak keluar rumah menitipkan rumahnya yang dalam keadaan kosong agar dijaga tersangka Pungki yang tak lain anak angkatnya. “Korban menitipkan rumahnya karena sudah menganggap tersangka sebagai anak sendiri dan tidak mungkin mencuri atau berbuat macam-macam,” kata Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri.
Beda orang beda pemikiran. Inilah yang terjadi. Bukannya tersangka menjaga rumah, sebaliknya malah dia mengambil barang berharga di dalam kamar korban. Ia masuk dan mengambil STNK dan BPKB motor. Setelah itu, kedua surat berharga tersebut dibawa tersangka pulang ke rumahnya. “Tersangka sempat menawarkan STNK dan BPKB tersebut ke tetangga korban berinisial S namun ditolak sehingga tidak terjadi jual beli,” terang Nadzir Syah Basri.
Saat korban pulang, semuanya baru terbongkar. Ia  mendapatkan kabar dari tetangganya yang sempat ditawari STNK serta BPKB motor oleh Pungki. Mendengar hal itu, korban langsung masuk ke rumah dan mencari surat-surat tersebut. Benar saja, dua surat kendaraan bermotor itu sudah raib dari lemari.
“Korban sempat mencari tersangka namun tidak ditemukan sehingga melaporkan ke kami,” jelasnya.
Namun akhirnya tersangka berhasil diamankan di warung kopi dekat rumahnya pada Jumat (4/5). Tersangka mengaku ia nekat melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan. “Ngakunya untuk dijual karena tidak punya uang,” jelasnya. (gun/jee)