Anak Pertama Wisnu yang Tewas karena Menolong Itu Menangis Terus – Bali Express

Istri korban, Kadek Santiani yang masih shock atas kepergian suaminya. Santiani mengaku jika sang suami merupakan tulang punggung keluarganya.

“Anak-anak-anak masih kecil kok kami sudah ditinggalkan. Anak saya yang pertama nangis terus, dia sangat dekat dengan bapaknya,”ucapnya lirih.

Santiani menduga, suaminya meninggal akibat luka dalam yang dialami. Sebab, dari penjelasan dokter yang ia terima, suaminya mengalami patah tulang rusuk. “Kata dokter sih dibilang luka dalam. Tulang rusuknya patah. Mungkin karena terjepit batu. Sampai kencing darah dibilang sama dokternya,” paparnya.

Seperti diberitakan, dari penuturan warga setempat, awalnya Ni Luh Putu Sumiartini, 38,  bersama anak angkatnya Kadek Yudhistira, 9, hendak ke Banjar Jawa untuk menjemput anaknya yang dititipkan. Ia berangkat dari rumah kosnya di Jalan Wibisana, Lingkungan Kalibaru menaiki sepeda motor Supra.

Namun saat masih berada di gang, motor korban Sumiartini tiba-tiba saja mogok lantaran menerobos banjir. Rupanya, Dewa Ketut Wisnu Saputra menaruh simpati kepada Sumiartini. Selanjutnya ia membantu mendorong motor Sumiartini agar bisa melewati tanjakan di gang.

Nah saat itulah peristiwa nahas itu terjadi. Tak disangka, senderan setinggi 8 meter tiba-tiba jebol, sekitar pukul 21.15 Wita tepat saat ketiganya posisinya berada di bawah senderan. Praktis ketiganya tertimbun material yang terdiri dari bebatuan dan batako. Sumiartini dan anak angkatnya Kadek Yudhistira tewas seketika di tempat. Seluruh badannya tertimbun material hingga tak terlihat. Pun demikian dengan Dewa Ketut Wisnu Saputra. Badannya tertimbum material dari kaki hingga bagian dada. 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link