Anak TerorisBakal Dititipkan ke Cipinang – Radar Surabaya

KETIGA anak terduga teroris itu FP (11), GHA (10), dan AR (15). Setelah ditinggal mati orang tuanya, mereka mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo menaruh kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak yang tengah beranjak remaja itu.

Polresta Sidoarjo menginisiasi pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kota Delta untuk membicarakan masa depan anak-anak yang terpapar ledakan ini. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan bayu Aji, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono, Kepala Dinas PMD P3A KB Ali Imron, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mencari jalan keluar yang baik untuk tiga anak tersebut. Forkopimda sepakat ketiga anak terduga teroris tersebut harus diselamatkan. Sebab, mereka masih punya masa depan yang panjang.

Instansi terkait bakal melakukan konsultasi terlebih dulu dengan Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta. Selanjutnya, bagaimana nasib mereka akan ditentukan bersama. “Intinya, inisiasi ini untuk memikirkan masa depan anak-anak. Bagaimana mereka tetap mengenyam pendidikan seperti anak-anak pada umumnya,” katanya.

Himawan menambahkan, anak-anak yang terpapar ledakan tersebut tidak bisa langsung membaur dengan anak-anak lain. Trauma yang dihadapi mereka masih butuh penanganan serius. Karena itu, sekarang mereka masih menjalani pemulihan psikologi di Surabaya.

 Tidak hanya itu. Anak-anak itu pun tidak bisa sembarangan diadopsi karena berada dalam penanganan kemensos. “Biasanya mereka akan ditempatkan di Cipinang, Jakarta. Ada tempat penanganan khusus untuk pemulihan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana Kabupaten Sidoarjo Ali Imron mengaku belum bisa berkata banyak terkait penanganan anak-anak yang terpapar ideologi radikal. Untuk sementara, anak-anak tersebut masih ditangani lembaga lain untuk 

mengatasi traumanya. “Masih tunggu koordinasi terlebih dulu dan fokus pemulihan trauma. Kita masih menunggu perkembangan anak-anak itu,” katanya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)