Angin yang datang cukup kencang itu, terjadi sekitar pukul 23.30, dan itu membuat lima rumah milik warga rusak karena diterjang angin dan tertimpa pohon yang tumbang. Kelima rumah itu milik Yasin, 49; Heri Subaninoto, 55; Panjiyono, 48; Setyo Ririn, 44, dan Supiyati, 67. “Semua ada di satu kam­pung,” terang Yasin, salah satu warga yang rumahnya rusak.

Yasin mengatakan, angin kencang itu ter­jadi sekitar pukul 23.30. Sebelumnya, di daerahnya turun hujan tapi tidak de­ras. “Hujannya itu hanya gerimis saja,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (5/7).

Saat hujan mulai reda, masih kata dia, tiba-tiba datang angin kencang. Warga yang belum tidur, sempat keluar rumah. “Anginnya itu kencang banget, warga banyak yang keluar rumah,” cetusnya.

Angin kencang itu, jelas dia, ha­nya berlangsung sekitar tiga sampai lima menit saja. Tapi, ba­nyak pepohonan yang ambruk dan menimpa rumah milik warga hingga rusak. “Atap rumah warga yang terbuat dari asbes berter­ba­ngan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 3 Dusun Pasinan Timur, Desa Singojuruh, Panjiyono mengaku belum tahu pasti jumlah milik warganya yang rusak akibat ada angin kencang itu. Hanya saja, rumahnya juga termasuk yang rusak. “Yang saya tahu di wilayah saya itu hanya dua rumah, atap rumah rumah saya di bagian belakang berham­bu­ran,” katanya.

Panjiyono menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Jumlah kerugian yang diderita akibat angin kencang itu, ditaksir sekitar Rp 2 juta setiap rumah. “Kalau yang rusak itu lima rumah, kerugian ya sekitar Rp 10 juta,” ujarnya.

Panjiyono mengaku masih akan mendata ulang rumah warga yang rusak. Untuk sementara, dari beberapa keterangan warga tidak ada rumah yang sampai ambruk. “Yang paling parah itu banyak pohon besar tumbang,” katanya.

(bw/rio/rbs/JPR)

Source link