Antisipasi Krisis Obat – Radar Bromo

Hal itu disampaikan ketua Komisi 3 DPRD setempat, Agus Riyanto saat rapat dengar pendapat (RDP), Senin (22/1). “Pasien akhirnya harus mencari obat ke apotek karena di rumah sakit kosong. Ini, yang harus dicermati baik oleh RSUD dr Mohamad Saleh dan BPJS Kesehatan. Jangan mengorbankan masyarakat,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Mohammad Saleh drg. Rubiyati menjelaskan, pendapatan rumah sakit pelat merah itu, 80 persennya diperoleh dari pembayaran klaim BPJS Kesehatan.

“Sementara, 25 persen dari pembayaran klaim itu, digunakan untuk pembayaran obat pasien,” jelasnya. Nilainya, kisaran Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar.

“Kami sudah berupaya untuk mengatasi kekosongan obat ini dengan bersurat pedagang besar farmasi. Kami menyampaikan tentang belum adanya pembayaran klaim dari BPJS. Kita juga meminta agar obat jangan distop karena belum dibayar,” ujarnya. Sayangnya, tidak semua pedagang besar farmasi memenuhi permintaan tersebut.

Problem yang terjadi belakangan ini, karena klaim obat Oktober yang jatuh temponya Desember belum dibayarkan kepada distributor. “Karena kami  masih menunggu pencairan dari BPJS,” ujarnya. 

Utang obat pada distributor itu, baru terbayar awal Januari 2018. “Kami berharap klaim BPJS Kesehatan untuk November, yang tanggal jatuh temponya 24 Januari ini bisa segera dibayarkan juga,” ujarnya.

Sementara itu, Mirrah Estherini, kepala Kantor BPJS Kesehatan Probolinggo mengakui memang ada keterlambatan pembayaran klaim. Ia beralasan, keterlambatan itu bersifat nasional. Namun, klaim di BPJS Cabang Pasuruan, menurut Mirrah, lumayan cepat. “Ada rumah sakit daerah lain belum terbayar klaimnya dari September,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mirrah mengatakan, klaim bulan Oktober telah dibayar pada RSUD. “Sedangkan untuk klaim November sudah selesai tahapan verifikasi. Sudah disetorkan ke kita awal Januari. Paling lambat 15 hari setelah verifikasi, bisa dicairkan,” jelasnya.

Mengenai prosedur pencairan klaim, Mirrah menjelaskan, klaim pembayaran dari rumah sakit disampaikan ke BPJS pusat untuk diverifikasi. “Kemudian uang dari BPJS pusat dikirim ke BPJS cabang, untuk kemudian dibayarkan,” ujarnya. 

(br/put/mie/mie/JPR)

Source link