Antisipasi Pencurian, Karyawan Matahari Store Terbakar Tetap Masuk – Radar Kudus

Untuk memastikan api sudah padam sepenuhnya, pukul 07.30 tujuh petugas damkar dari PT Djarum dipimpin Agus Prioutomo menyisir lantai II dan III hingga pukul 08.30. ”Tadi kami sudah menyisir lantai II dan III untuk memastikan api sudah padam. Setelah kami sisir, sudah tidak ada api,” kata Agus.

Menurutnya, kondisi bangunan Kudus Plaza saat ini rapuh dan membahayakan. Konstruksi bangunannya sangat berpotensi ambrol. ”Bahaya sekali jika naik ke lantai II atau III. Konstruksinya sudah rapuh usai terbakar,” tegasnya.

Meski begitu, sejumlah karyawan Kudus Plaza tetap masuk. Salah satu karyawan lantai I, Doni mengatakan, tetap masuk untuk menjaga barang ditempatnya berupa sepatu agar tidak dicuri. ”Walaupun Kudus Plaza terbakar, kami tetap masuk untuk berjaga. Yang berjaga dibuat 3 shift. Shift pertama mulai pukul 07.00 sampai 15.00. Lalu shift kedua mulai pukul 15.00 sampai pukul 21.00, dan shift tiga mulai pukul 21.00 sampai 07.00. Tiap shift ada delapan orang,” katanya.

Dia mengaku, di tempatnya yang berada di bawah ekskavator juga terkena rambatan api. Tapi hanya di samping kasir saja.

Store Manajer MDS Djarot Trinobo mengatakan, sejumlah karyawan tetap masuk dan satpam juga disiagakan. Walaupun MDS kebakaran, pihak Matahari akan tetap memperhatikan karyawan. ”Kami belum tahu nanti keputusan dari pusat bagaimana. Yang jelas karyawan akan diperhatikan. Bisa jadi dipindah ke Matahari lain,” ujarnya.

Disinggung soal kerugian, pihaknya belum bisa memastikan. Karena masih menunggu hasil identifikasi dari Tim Labfor. ”Kami belum bisa memastikan kerugiannya. Masih menunggu hasil indentifikasi kepolisian,” terangnya.

Dalam kebakaran itu, ternyata juga menimbulkan korban luka. Bahkan sempat menjalani rawat inap di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Nama korbannya Saka Faras. Dia merupakan salah satu karyawan di MDS.

Kabid Pelayanan RSUD Jukisno mengatakan, hingga kemarin siang kondisi Saka sudah membaik. Pihak keluarga menghendaki untuk pulang kemarin. “Kondisinya sempat lemah karena kebanyakan menghirup asap dan kepanasan. Tapi sekarang sudah baik,” jelasnya.

Korban bukan asli warga Kudus. Dia beralamat di Kalijaga Harjamukti, Cirebon. Saat hendak dikonfirmasi, Saka menolak. ”Pasien sekarang belum bersedia menemui media. Selain masih shock, katanya ada pesan khusus dari pihak manajeman Kudus Plaza,” ucapnya.

Catatan pihak administrasi RSUD Kudus menunjukkan, pasien tersebut masuk ke ruang perawatan sekitar pukul 11.30 Kamis (22/2) lalu. Sampai kemarin siang, Saka masih di Ruang Cempaka III.

Saka menjadi korban karena dia nekat masuk ke gedung Kudus Plaza saat api belum selesai dipadamkan. Dalam keterangan Devita, 24, salah satu karyawan Kudus Plaza, Saka bersama satu rekannya nekat masuk untuk menyelamatkan dokumen penting. ”Mungkin mereka mau menyelamatkan barang atau dokumen penting. Soalnya di ruang itu banyak dokumen-dokumen penting,” uajrnya.

Saka bukan menjadi satu-satunya korban dalam insiden kebakaran tersebut. Ada satu korban lainnya, M. Khanip. Dia juga merupakan karyawan Kudus Plaza.

Kepala IGD RSUD Loekmono Hadi Kudus Dokter Rosich Attaqi, melalui Wakil Kepala IGD Dokter Nur Hidayat, korban Khanip hanya menjalani rawat jalan. ”Dia robek di pergelangan tangan kanannya terkena pecahan kaca. Penanganan dilakukan di ruang bedah dengan dijahit di bagian yang luka. Tak perlu rawat inap,” jelasnya. (daf)

(ks/ruq/lil/top/JPR)