Antisipasi Teror Bom, Satpol PP-Polres Cek Penghuni Rumah Kost – Radar Bromo

RICEK: Personel gabungan memeriksa identitas penghuni rumah kost di wiolayah Bangil, Jumat (6/7) sore.
(Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL–Teror bom yang melanda Bangil, rupanya direspon cepat oleh Pemkab dan kepolisian. Jumat sore (6/7), petugas gabungan menggelar operasi yustisi untuk mengecek data kependudukan. 

Giat operasi yang dilakukan sekitar pukul 16.30 itu menyisir sejumlah tempat kos-kosan yang ada di wilayah Bangil. Petugas menemukan penghuni kos-kosan di wilayah Kiduldalem, Kecamatan Bangil yang tak membawa KTP. 

Hanya saja, tidak ada pengamanan. Petugas hanya memberikan peringatan, untuk menyerahkan identitas ke Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Operasi digelar Satpol PP Kabupaten Pasuruan bersama Polres Pasuruan. 

Lebih dari 20 anggota gabungan dikerahkan untuk kelancaran operasi tersebut. Penyisiran dilakukan di wilayah Kiduldalem, Kecamatan Bangil. Di sinilah, petugas menemukan beberapa penghuni yang tak membawa identitas. 

“Kami beri imbauan dan meminta untuk menyerahkan ke Satpol PP. Bila tidak, bisa kami berikan sanksi,” terang Kasi Operasi Pengendalian Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Ajar Dollar. 

TAK INGIN KECOLONGAN: Upaya itu semata untuk mengantisipasi terosrisme berkelanjutan.
(Iwan Antisipasi Teror Bom, Satpol PP-Polres Cek Kos-kosan)

Menurut Ajar, operasi tersebut dilakukan untuk penegakan perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tratibum. Mereka yang tidak kedapatan membawa KTP sejatinya bisa dikenai sanksi. Selain ancaman hukuman 3 bulan juga denda senilai Rp 50 juta. 

Operasi gabungan itu sendiri digelar untuk mengecek identitas warga. Terutama penghuni kos-kosan yang cenderung berpindah-pindah. Ia menyebutkan, kegiatan ini pun berkaitan dengan teror bom yang terjadi di Pogar, Kecamatan Bangil. 

“Kami mengantisipasi ancaman teror bom yang terjadi di Pogar, Kecamatan Bangil,” sambungnya. 

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link