Antrean cetak menumpuk, terus buka permohonan – Radar Kudus

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moch Susilo mengatakan, jumlah antrean cetak terus menumpuk. Pihaknya tidak bisa menutup sementara di kecamatan atau dinas. ”Beberapa waktu lalu sempat mencoba ditutup sementara agar penumpukan tidak semakin banyak saat blangko habis. Namun, operator di kecamatan tetap menerima,” paparnya.

Meski kehabisan blangko, Dinspendukcapil terus membuka permohonan cetak. ”Paling blangko kosong hanya dua hari hingga tiga hari. Setelah datang kembali, kami mulai kebut mencetak kembali. Kalau server lancar, sehari bisa 750 keping yang tercetak,” ungkapnya.

Meski terjadi penumpukan cetak, pihaknya terus melakukan jemput bola untuk perekaman, baik keliling desa hingga sekolah. Program ini untuk pemilih pemilu pemula yang 27 Juni depan genap berusia 17 tahun. Sebab, ada 52 ribu warga pemilih pemula wajib rekam e-KTP.

”Kami terus memaksimalkan perekaman terlebih terkait pilkada. Untuk pemilih pemula, sehari petugas bisa datang ke satu hingga dua sekolah,” jelasnya.

Jumlah pemilih warjib rekam yang belum melakukan perekaman sekita 19.213 orang. ”Mereka rata-rata pemilih pemula, boro ke luar daerah hingga lansia dan disabilitas. Untuk lansia dan disabilitas petugas datang ke rumah,” keluhnya.

Selain memaksimalkan perekaman, petugas mengebut validasi data pemilih. Tahun ini ditargetkan selesai. Sedangkan proses validasi sudah berjalan di atas 60 persen.

”Berbagai kendala didapat petugas di lapangan. Meski begitu ada beberapa desa yang pelaksanaan pemutakhiran mencapai 98 persen, yakni Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong. Hanya tiga orang yang belum. Sedangan Desa Ringin Kidul, Kecamatan Gubug sudah mencapai 99 persen,” terangnya.

Dispendukcapil juga akan memberikan data parsial itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Grobogan. Lalu, KPU akan melakukan pencocokan dan penelitian ke warga yang memiliki hak pilih.

”Apabila di lapangan ditemukan ketidakcocokan, petugas tinggal mencoret atau menambahkan. Diharapkan bisa selesai tepat waktu, sebelum pilkada serentak,” ungkapnya. 

(ks/int/ris/top/JPR)

Source link