Apindo Great Sale – Radar Solo

Apindo Big Sale diikuti Sritex, Iskandar Tex, Agung Tex, Batik Semar, dan Batik Punakawan. Sementara sisanya usaha mikro kecil menengah (UMKM). Produk yang ditawarkan antara lain garmen, batik, lurik, bahkan ada multiproduk seperti agroindustri dan furnitur. 

Ketua panitia pameran sekaligus Wakil Ketua Apindo Solo, Wahyu Haryanto mengatakan, industri garmen dan tekstil berkontribusi tinggi. Dari pameran tersebut, diharapkan mampu mendorong industri kecil dan menengah untuk berkembang.

”Tahun lalu perekonomian kurang bergairah, malah cenderung stagnan. Namun akhir 2017 hingga awal 2018 ini sepertinya perekonomian cukup sehat. Harapannya pameran ini bisa dimanfaatkan teman-teman pengusaha untuk menangkap peluang tersebut,” jelas Wahyu kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (23/2).

Apindo Big Sale ini diharapkan bisa menggeliatkan ekonomi yang oleh beberapa kalangan industri dinilai lesu. Pameran ini juga diharapkan mengangkat produk UMKM. Dia mendorong transaksi tidak hanya terjadi antara produsen dan konsumen, tetapi juga antara UMKM dengan industri besar. Misalnya transaksi bahan baku.

”Kami tidak ada target transaksi, namun harapannya seluruh produk industri laris. Oleh karena itu kami punya beberapa kegiatan untuk merangsang masyarakat datang ke pameran. Salah satunya dengan talk show,” terangnya. 

Yusana, seorang pengusaha batik rumahan memanfaatkan pameran ini untuk bertemu dengan konsumen secara luas. Serta pengusaha industri tekstil yang sudah besar. Dari sini, dia ingin menimba ilmu.

”Motof batik saya modern. Untuk kain paling sekitar Rp 100 ribu. Kalau batik yang sudah jadi Rp 150-450 ribu. Animo masyarakat terhadap batik cukup positif,” bebernya.

(rs/gis/bay/JPR)