Apkrindo Jatim Patok Penjualan Tumbuh Triple Digit – Radar Surabaya

SURABAYA – Pengusaha kuliner yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur berharap libur panjang Lebaran 2018 bisa menggenjot penjualan setelah sebelumnya menurun drastis akibat efek tragedi bom di Surabaya beberapa waktu lalu.

Tjahjono Haryono, ketua Aprkindo Jatim mengatakan, pasca terjadinya tragedi 13 Mei 2018 di Surabaya lalu bisnis di mal termasuk kafe dan restoran di Surabaya langsung anjlok hingga 70-80 persen. Namun, 

pihaknya bersyukur kondisi itu tak berlangsung lama.

“Kami mengapresiasi Wali Kota Surabaya Bu Risma yang langsung bertindak memastikan bahwa kondisi di SUrabaya aman dan mengajak masyarakat beraktivitas seperti biasa,” kata Tjahjono kepada Radar Surabaya, kemarin.

Dampaknya, lanjut Tjahjono, memasuki bulan Ramadan  mal-mal mulai ramai dan omzet bisnis kafe dan restoran mulai pulih atau naik hingga 50 persen. Kondisi ni terus berlanjut hingga sekarang. “Selama Ramadan ini, rata-rata omzet kafe dan restoran sudah naik 30-40 persen dibanding hari biasa,” tambahnya.

Kali ini kalangan pengusaha kuliner berharap bisa mengoptimlkan momen liburan panjang Lebaran tahun ini untuk menggenjot penjualannya. Bahkan mereka optimistis bisa memacu kenaikan hingga triple digit. .

“Ini momen yang bagus untuk meningkatkan penjualan. Sebab liburan Lebaran kali ini cukup panjang dan bareng dengan liburan sekolah,” kata Tjahjono.

Stephen Walla, bendahara Apkrindo Jatim menambahkan, secara umum, tahun ini penjualan kafe dan restoran di Jawa Timur diproyeksikan bisa tumbuh 15-20 persen dibanding tahun lalu. Selain banyaknya hari libur,

minat masyarakat untuk membelanjakan uangnya dengan makan dan minum di kafe dan restoran cenderung meningkat.

“Tahun ini pelaku bisnis kuliner ada growth 20 persen. Selain dari Jatim sendiri juga ada beberapa dari Jakarta yang ekspansi ke Jatim dengan membawa empat brand,” kata Stephen. (fix/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)