aplikasi online – Radar Kediri

KEDIRI KOTA- Usaha jasa antar makanan maupun penumpang berbasis online belum memiliki aturan yang jelas. Makanya pelaku bisnis tersebut belum ada yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Termasuk di tingkat lokal Kota Kediri.

“Sejauh ini belum ada usaha jasa antar makanan yang tergabung dalam Kadin Kota Kediri,” terang Solikhin, ketua Kadin Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sejauh ini, menurutnya, para pengusaha berbagai skala tergabung dalam Kadin berdasarkan asosiasi yang diikuti. Pun ketika masuk Kadin sebelum tergabung dengan asosiasi, pihak Kadin akan memasukkannya ke dalam asosiasi yang sejenis dengan usaha tersebut.

“Saat ini saya kira belum ada asosiasi untuk usaha jasa antar makanan maupun penumpang secara online karena terhitung bentuk usaha baru,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Solikhin menyatakan, aturan yang melandasi usaha tersebut juga sampai saat ini masih belum jelas. Sehingga pun ketika bergabung dengan Kadin tidak banyak yang bisa dilakukan.

Meski demikian, ia menambahkan, bukan berarti Kadin tidak pernah membahas fenomena yang ada di masyarakat. Di tingkat pusat, Kadin juga telah melakukan kajian tentang usaha berbasis online. Apalagi pemilik usaha jasa transportasi online Gojek diketahui juga menjadi anggota pengurus Kadin pusat. “Dan memang kendalanya di undang-undang,” ujar Solikhin.

Tanpa ada aturan yang melandasinya, menurutnya, tidak ada yang bisa dilakukan. Mulai dari dasar tarifnya bagaimana, perlakuannya seperti apa, dan bagaimana pajak penghasilan finalnya.

Meski demikian, Solikhin menegaskan, bukan berarti pihaknya menutup pintu dari para pelaku sejenis di tingkat lokal. Siapapun pelaku usaha tetap berkesempatan untuk bergabung dan mendapatkan pendampingan sekaligus fasilitasi. Sehingga kendala yang dihadapi dapat diatasi.

Tidak hanya itu, Kadin juga bisa menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pemilik modal maupun bank untuk mengakses modal usaha. Asalkan usaha tersebut memenuhi persyaratan agar pengajuan dana pinjaman bisa dikabulkan.

“Kalau ada kekurangan syarat, bisa dibantu apa yang perlu dilengkapi sehingga usaha tersebut bankable,” tegasnya kepada wartawan koran ini.

Solikhin menegaskan bahwa fungsi Kadin adalah sebagai jembatan dan upaya merawat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketika ada kendala, dirinya mengimbau kepada para pelaku usaha agar tidak segan-segan untuk bergabung.

“Tanpa tahu masalahnya, kita tidak bisa mencarikan solusinya,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

Source link