Aplikasi Opinium, Langkah Perang Lawan Hoax – Radar Surabaya

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, dirinya menyambut baik peluncuran aplikasi anti hoax yang dinamakan Opinium. Terlebih aplikasi ini diluncurkan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki hajat besar yakni pemilihan umum, legislatif dan pemilihan kepala daerah. “Hari ini kita bahagia sekali, KPU punya hajat dan secara bersamaan ada ide besar yakni aplikasi anti hoax sehingga hajat ini menjadi ringan,” ujar Pakde Karwo, sapaan lekat Soekarwo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (2/5).

Menurutnya, peluncuran aplikasi Opinium ini merupakan inisiatif anak-anak muda Jatim. Aplikasi ini membantu pemilih untuk rasional dan mendapat informasi yang benar. “Ini aplikasi luar biasa, bayangkan bagaimana berita difilter kemudian ada di database dan dipisahkan. Yang belum ada data resminya nanti di-searching,” terangnya. 

Gubernur kelahiran Madiun ini pun menyambut baik diserahkannya aplikasi ini kepada pemerintah. Ke depan, dia akan menyerahkannya kepada Menteri Komunikasi dan Informatika RI agar dapat digunakan secara nasional.  

Sementara itu, Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan, berbagai tahapan dan rangkaian pemilihan umum termasuk pemilihan presiden sudah berjalan. Di antaranya pemilihan presiden tanggal 17 April 2019 mendatang, dan pemilu yang diikuti 20 parpol terdiri dari  16 partai nasional dan 4 partai lokal.

“Rangkaian ini harus disampaikan kepada masyarakat dan pada hari ini kami lalukan melalui acara sosialisasi budaya,” kata Eko. 

Mantan ketua KPU Surabaya itu juga berterimakasih kepada Pemprov Jatim yang selalu mendukung berbagai program  yang dilakukan KPU Jatim. Ia berharap dukungan ini akan terus berjalan.

Ditempat yang sama inisiator Opinium, M. Hasanudin mengatakan, aplikasi ini khusus. Dimana memungkinkan pengguna mengklarifikasi dan membantu dalam proses kurasi informasi yang didapat di dunia nyata. Melalui aplikasi ini, suatu informasi dapat diuji kebenarannya apakah merupakan berita benar atau hoax dan diuji kebenarannya melalui penilaian masyarakat secara langsung.

“Melalui aplikasi ini masyarakat bisa mengemukakan pendapatnya terkait suatu informasi yang beredar, salah satunya dengan membeberkan fakta-fakta di lapangan atau data empiris lainnya,” kata Hasanudin. 

Dia melanjutkan, masyarakat dapat terlibat aktif dalam memerangi kabar hoax yang semakin meresahkan. “Itulah dasar pemikiran dari aplikasi ini,” tandasnya. (bae/hen)

(sb/bae/jek/JPR)