Asuransi Nelayan 2017 – Radar Bromo

BUGULKIDUL – Serapan asuransi nelayan di Kota Pasuruan masih minim. Sepanjang 2017, pemkot baru menerima pengajuan asuransi sebanyak 130 nelayan. Karena itu, pemkot berencana akan melakukan sosialisasi masif di sisa tahun 2017.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Sugiharto mengatakan, jumlah nelayan di Kota Pasuruan mencapai 2.090 orang. Dan sampai akhir Desember 2016, sebanyak 1.350 nelayan diantaranya sudah mendapatkan asuransi.

Lalu di awal 2017 lalu, pemkot kembali mengajukan kuota asuransi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasilnya, kota mendapatkan jatah kuota sebanyak 850 buah. Namun, sampai pertengahan November, baru ada 130 pengajuan dari 130 nelayan.

“Sosialisasi rutin akan terus kami lakukan melalui kelurahan dan kecamatan. Memang, saat ini masih minim. namun, di akhir tahun, jatah dari pusat dapat tercapai,” katanya.

Sugiharto mengungkapkan masih minimnya serapan asuransi ini dikarenakan belum semua nelayan mengikutinya. Sebanyak 130 nelayan yang mengajukan ini adalah nelayan yang memiliki kapal di atas 10 gross ton (GT). Karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi pada nelayan di bawah 10 GT.

Namun, ia menyebut, pemkot tidak dapat memaksa, melainkan hanya memberikan dorongan pada nelayan agar memiliki asuransi nelayan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan sistem jemput bola agar nelayan mengetahui manfaat asuransi bagi mereka.

“Nelayan di bawah 10 GT memang belum ikut asuransi. Karenanya, dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan sosialiasi pada mereka secara masif,” ungkap Sugiharto.

Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan jumlah kuota asuransi yang turun tahun ini jauh lebih sedikit. Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan memastikan tidak ada tambahan kuota lagi dari pusat. Ini lantaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah menginformasikan menutup permintaan kuota asuransi nelayan tahun 2017 ini.

Hal tersebut diungkapkan Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan (Disperikan) Kabupaten. Dinas Perikanan, kata Alamsyah, sudah mencoba berkomunikasi kembali dari KKP terkait tambahan asuransi. “Namun dari pusat mengatakan sudah tidak ada tambahan lagi, lantaran waktunya sudah mepet akhir tahun,” jelasnya.

Kuota awal hanya 100 asuransi. Akhir Oktober lalu, bisa mendapatkan 193 asuransi nelayan. Jumlah ini memang jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6.086 kuota.

Dengan ditutupkan kuota asuransi tahun ini, Dinas Perikanan berharap tahun depan kuota yang disediakan bisa lebih banyak. Ini lantaran saat ini masih ada sekitar 1.500 nelayan yang belum tercover asuransi nelayan. Asuransi awal yang digratiskan dari KKP memang ditujukan bagi nelayan yang belum pernah mendapatkan asuransi.

“Sehingga yang sebelumnya sudah dapat, memang dianjurkan untuk memperpanjang sendiri. Sehingga di tahun kedua, pembayaran premi dibebankan ke nelayan. Sedangkan tahun depan harapannya ada lebih banyak kuota lagi, agar semua nelayan di Kabupaten Pasuruan bisa tercover asuransi nelayan,” pungkasnya.

Source link