Awal Tahun, Buleleng Dikepung Bencana – Bali Express

Peristiwa tanah longsor terjadi di Dusun Desa, Desa Pedawa Kecamatan Banjar. Satu unit rumah semi permanen milik Gede Eka Sumayasa, 28 hancur diterjang longsor. Rumah tersebut berada di areal perkebunan cengkih dengan kondisi lahan yang miring.

Menurut Eka, sebelum terjadi longsor, kawasan tersebut diguyur hujan lebat yang terjadi Selasa (24/1) sekitar pukul 19.00 Wita malam. Namun, sekitar pukul 21.00 Wita, rumahnya yang ia tempat bersama kedua orang tuanya langsung hancur diterjang longsor.

Bahkan, Eka bersama orang tuanya sempat tenggelam dilumpur. Beruntung ia dan orang tuanya berhasil diselamatkan. Sejumlah tetangganya langsung ikut melakukan evakuasi menyelamatkan dirinya yang terjebak lumpur.

“Saat kejadian saya dan keluarga sebenarnya sudah tidur. Karena ada hujan angin sangat deras dan sekitar jam 9 malam itu langsung longsor. Rumah sudah rata, kami sempat tertimbun tanah. Beruntung warga yang membantu menyelamatkan,” ujarnya saat ditemui mengevakuasi sejumlah barang.

Atas kejadian itu, sejumlah peralatan dapur, kasur, tertimbun bersama rumah yang terbuat dari bilik bambu itu. Kini, Eka dan keluarganya terpaksa mengungsi di rumah milik tetangganya, lantaran rumahnya hancur total.

Kepala Dusun Desa, Desa Pedawa Ketut Arya Wirawan menyatakan atas musibah yang dialami warganya itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pedawa dan BPBD Kabupaten Buleleng untuk melaporkan bencana ini. Bahkan Arya menyebut BPBD Buleleng sudah langsung turun ke lokasi meninjau rumah yang diterjang banjir.

“Kita sudah kordinasi dengan BPBD Buleleng, dan sudah langsung ditinjau. Memang kondisi lahan perkebunan yang miring sangat riskan terjadi longsor. Kami juga sudah himbau pada warga lainnya agar tetap waspada” ujar Arya.

Selain rumah, Arya menyebut banjir bandang juga merusak jalan penghubung di Dusun Desa, Desa Pedawa. Hampir sebagian badan jalan hanyut terbawa arus air yang deras. Bahkan jalan tersebut tak bisa dilewati mobil, lantaran hanya tersisa sebagian saja.“Kejadiannya ini dinihari baru kita tahu, namun pagi hari langsung kita bersihkan bersama warga supaya bisa dilalui,” ujar Arya.

Di lokasi berbeda seperti Desa Bestala, Kecamatan Seririt, pipa air bersih yang terpasang di jembatan Desa Bestala juga putus karena luapan sungai.  Sedangkan di Desa Munduk, sebagian jalan yang menjadi akses menuju Denpasar juga longsor. Akibatnya, akses jalan menjadi sedikit terganggu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Made Subur mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak ke sejumlah titik lokasi yang terkena bencana. Subur menyebut, tingginya intensitas hujan memang menimbulkan bencana alam di sejumlah lokasi.

Terkait dengan potensi kerugian, BPBD Kabupaten Buleleng masih melakukan pendataan dampak bencana ini.  Pendataan juga terkait dengan bantuan bagi warga yang menjadi korban bencana. Subur menyebut saat ini, BPBD sedang menelusuri wilayah-wilayah yang rusak akibat bencana banjir dan longsor pada selasa malam.

“Kalau di Munduk itu kami sudah berkordinasi dengan Balai Jalan Provinsi agar segera diperbaiki sehingga akses kembali normal. Sedangkan untuk di wilayah lain kami masih melakukan pendataan titik bencana di Buleleng” tutupnya 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link