Awas, Pembotoh Bergentayangan – Radar Tulungagung

Tentunya hal ini bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan mencederai semangat demokrasi yang digembar-gemborkan banyak pihak. Secara otomatis ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memberantas praktik perjudian seperti ini.

Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji mengatakan, keberadaan pembotoh memang harus diminimalkan sejak dini.

Apalagi aktivitas mereka sama halnya dengan tindak pidana perjudian.

“Makanya kami hanya bisa terus berpatroli di seluruh wilayah kabupaten ini. Kami berharap dari sini bisa menekan aktivitas ini,” katanya kemarin (25/6).

Menurut dia, upaya meminimalkan pembotoh memang tidak lepas dari upaya untuk menjaga keamanan saat sebelum hingga berlangsungnya proses pencoblosan surat suara.

Sehingga semua anggota tanpa terkecuali juga harus menjaga suasana wilayah masing-masing.

“Tentu tidak bisa melakukan pemantauan sendiri, dan harus melibatkan aparat lain,” tambahnya.

Polisi dua balok di pundak ini melanjutkan, untuk mengantisipasi tindakan maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, tidak kurang 750 personel kepolisian disiagakan. Mereka akan berbaur dengan personel gabungan, baik dari unsur TNI, satpol PP, maupun linmas.

“Namun untuk penanganan pembotoh, bakal ada anggota kepolisian yang berpakaian preman yang mengawasi,” terangnya.

Disinggung untuk wilayah rawan, Maji-sapaan akrabnya-mengakui, jika wilayah Tulungagung selatan tetap mendapat pengawasan.

Namun bukan berarti wilayah lainnya tidak mendapat pengawasan.

“Secara garis besar, tingkat kerawanan memang minim. Namun karakteristik Tulungagung selatan agak berbeda karena rawan terjadi gesekan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Tulungagung Endro Sunarko. Menurut dia, wilayah perbatasan memang menjadi salah satu area yang harus mendapat perhatian khusus. Karena bisa saja ini menjadi salah satu area yang diakses para pembotoh untuk masuk Tulungagung.

“Wilayah perbatasan memang harus diawasi secara khusus. Sudah kami sampaikan kepada seluruh personel di lapangan,” tuturnya.

Endro-sapaan akrabnya- tidak memungkiri lalu lalang kendaraan khususnya ambulans juga mendapat perhatian. Siapa tahu, kendaraan yang lazim digunakan untuk mengangkut pasien ini dimanfaatkan untuk membawa benda-benda yang mendukung kegiatan para pembotoh.

“Hal ini pun diwaspadai. Jika ada kendaraan yang mencurigakan, secara otomatis harus dihentikan untuk diperiksa isinya,” ujarnya.

Sedangkan untuk wilayah rawan, panwaskab sendiri menilai Kota Marmer cenderung kondusif. Kalaupun yang dikhawatirkan adalah kerawanan hilangnya sinyal seluler di daerah pegunungan.

“Secara umum sudah kondusif. Namun untuk sinyal telepon tetap juga diperhatikan karena berpengaruh pada pengiriman data ke kami,” tandasnya.(rka/din)    

(rt/lai/ang/JPR)