Awas, Puting Beliung MAsih Mengancam – Radar Kediri

 Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG) Sawahan Sumber Harto mengatakan, awal November ini Nganjuk memasuki pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan. “Ini (pancaroba, Red) ditandai dengan berubahnya (awan, Red) cumulus menjadi cumulonimbus,” kata Harto.  

Berdasar pengamatan BMKG, lanjut Harto, awan cumulonimbus sering berpotensi menyebabkan bencana puting beliung. Selain puting beliung, selama pancaroba juga akan muncul petir disertai hujan deras.

Kondisi-kondisi tersebut, lanjut Harto, akan menimbulkan cuaca ekstrem. Melihat potensi ini, Harto tetap meminta warga Nganjuk untuk waspada. Terutama saat turun hujan. “Apalagi kalau menemukan ciri-ciri awan cumulonimbus,” lanjut Harto.

Awan yang sering menimbulkan puting beliung itu menurut Harto biasanya berwarna gelap tebal atau putih tebal. Bentuk awan tinggi menjulang. Selanjutnya, di bagian atas datar atau tidak lancip.

Jika melihat awan cumulonimbus, Harto meminta masyarakat segera mencari tempat yang aman untuk berlindung. “Warga yang bekerja di sawah, kalau melihat awan cumulonimbus sebaiknya berteduh mencari tempat aman,” pinta Harto sembari menyebut kilatan petir biasanya menyambar benda atau objek paling tinggi di sekitarnya. 

Lebih jauh Harto mengatakan, November ini Nganjuk belum memasuki musim penghujan. Meski demikian, peralihan musim tetap perlu diantisipasi. Sehingga, tidak muncul korban akibat bencana.

Untuk diketahui, bencana puting beliung yang terjadi Sabtu lalu, membuat warga yang di depan rumahnya terdapat pohon penghijauan besar, was-was. Mereka khawatir pohon tumbang saat terkena angin kencang.

Seperti dikatakan oleh Nurdayanti, 41. Perempuan asal Desa/Kecamatan Rejoso itu takut pohon penghijauan milik Pemkab Nganjuk di depan rumahnya tumbang setiap saat. “Sebenarnya sudah minta untuk dipangkas. Sampai sekarang belum dilakukan,” keluh Nurdayanti.

Nurdayanti mengatakan, di sepanjang jalan dari Desa Rejoso hingga ke Desa Talang Asri, banyak ditemukan pohon besar di tepi jalan. Saat hujan deras disertai angin kencang, keberadaan pohon-pohon itu bisa membahayakan pengguna jalan. Sebab, bisa tumbang setiap saat.

Beberapa pohon besar tersebut patah akibat bencana puting beliung Sabtu lalu. Karenanya, warga meminta agar pemkab segera melakukan perawatan pohon. Sehingga, saat musim hujan nanti tak membahayakan warga.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk Hary Endi Arso yang dikonfirmasi terkait perawatan pohon penghijauan jelang musim hujan mengatakan, dirinya baru akan berkoordinasi dengan bidang yang menangani. “Besok (hari ini, Red) akan saya koordinasikan dengan bidang yang bersangkutan,” katanya.

Pantauan koran ini, keberadaan pohon besar yang berpotensi tumbang saat hujan itu tidak hanya ditemui di Rejoso. Hampir di semua wilayah Nganjuk terdapat pohon penghijauan. Terutama di wilayah Kota Nganjuk.

Bahkan, di halaman Stadion Anjuk Ladang, ada puluhan warung yang bebas berdiri di bawah pohon berukuran raksasa. Satu pohon telah tumbang beberapa bulan lalu. Beruntung, warung yang tertimpa pohon dalam kondisi kosong.

(rk/rq/die/JPR)

Source link