Baddrut Tamam Ajak Teladani Kepemimpinan Rasulullah – Radar Madura

Baddrut mengajak seluruh santri, kader Ansor, dan masyarakat yang hadir untuk meneladani konsep kepemimpinan Rasulullah. Yakni, kepemimpinan yang memberi teladan, inspirasi, serta tetap andhap asor. Salah satu cirinya yakni manakala menjadikan kursi kepemimpinan sebagai wasilah perjuangan, bukan tujuan perjuangan.

”Kenapa kita harus mengambil kepemimpinan di Jawa Timur? Kenapa kita harus mengambil kepemimpinan di beberapa tempat. Ini bukan soal kekuasaan belaka. Ini sebagai wasilah untuk semakin menancapkan komitmen perjuangan yang didalamnya diisi spirit perjuangan nahdliyin,” ujar Baddrut Tamam.

Salah satu kriteria kepemimpinan profetik atau bernilai kenabian bisa dilihat dari cara orang tersebut meraih kekuasaan. Kalau proses dan caranya kasar, berarti jabatan sudah menjadi tujuan bukan wasilah. Kalau menghalalkan segala cara, kasar, penuh fitnah, dan jauh dari yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, menurutnya jabatan sudah jadi tujuan bukan wasilah.

”Kalau jabatan jadi wasilah, mestinya untuk sampai bisa dilakukan dengan cara Nabi Muhammad SAW,” tegasnya. ”Ini penting. Supaya kita yang santri berbeda dengan di luar santri. Supaya kita yang pernah dibimbing oleh ulama bisa menjadi pemimpin yang santun, andhap asor, tidak main fitnah, tidak main kasar,” tambahnya.

Salah satu ciri politik kaum santri, mereka tidak mengedepankan kekuasaan. Yang terpenting baginya bukan soal kepentingan jabatan, tetapi bagaimana berbuat yang terbaik untuk umat. ”Kita berbuat baik sebanyak-banyaknya, persoalan dipilih atau tidak itu urusan takdir dari Allah,” tegasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

Source link