Bahas 17 Raperda di Akhir Tahun – Radar Bromo

BANGIL – Belasan raperda bakal dibahas di penghujung tahun 2017 ini. Mayoritas, raperda yang diusulkan tersebut, merupakan inisiatif legislatif.

Dari data yang diperoleh, ada 17 raperda yang akan dibahas. Sebanyak 13 raperda diantaranya, merupakan perda inisiatif dewan. Sementara, empat lainnya merupakan usulan eksekutif.

Empat raperda usulan eksekutif tersebut, berupa perubahan perda nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah, raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan, raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan anak serta raperda tentang penyelenggaraan kearsipan.

Sementara, raperda yang merupakan inisiatif dewan jumlahnya jauh lebih banyak. Diantaranya, raperda tentang penyedia dan pemanfaatan ruang terbuka hijau.

Ada juga raperda tentang pelestarian seni dan budaya; raperda tentang penyelenggaraan dan kawasan permukiman. Serta raperda tentang penanggulangan obat-obatan dan HIV-AIDS di Kabupaten Pasuruan.

Sebanyak 17 raperda itu Selasa lalu (12/12) diparipurnakan. Terhadap belasan raperda yang diusulkan legislatif itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf memberikan tanggapan positif.

Seperti halnya terkait raperda tentang Badan Usaha Milik Desa. Ia memandang, kalau Pemkab akan mendukung terselesaikannya raperda tersebut. Namun, di dalam raperda itu, Irsyad beranggapan perlunya klausal tentang BUMDes Bersama.

“Pada prinsipnya, melakukan pengaturan dan kerja sama dua atau lebih BUMDes dalam satu kawasan yang bersifat holding, ataupun kerja sama yang bersifat kawasan dalam satu kecamatan atau antar kecamatan,” beber Irsyad.

Raperda tentang pelestarian seni dan budaya yang mencakup cagar budaya juga jadi perhatian Irsyad. Hal itu dianggapnya perlu, seiring upaya pelestarian budaya.

Bukan hanya Bupati yang memberikan pandangannya. Legislatif juga memberikan pandangan serupa untuk empat raperda usulan eksekutif.

Seperti yang disampaikan Nadir Umar, juru bicara fraksi PKS, PPP dan Hanura. Empat raperda usulan eksekutif itu dinilai, perlu untuk dilakukan pembahasan. Ia pun sangat mendukung dengan raperda-raperda itu.

Contohnya, raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan anak yang sangat penting untuk dimiliki Pemkab. “Kasus demi kasus kekerasan anak dengan mudah dijumpai. Seperti Selasa (11/12) kami kedatangan tamu-tamu yang merupakan korban pelecehan. Jadi raperda ini sangat penting untuk dibahas,” tukas dia.

Di sisi lain, Kasiman, juru bicara fraksi Gerindra meminta penjelasan lebih lanjut ke pemkab. Salah satunya, terkait sejauh mana raperda yang diusulkan tersebut  bisa menjadi alat untuk menganalisa.

“Sejauh mana, nilai pelanggan di masyarakat yang berkaitan dengan produk, layanan dan nilai di Kabupaten Pasuruan untuk saat ini dan yang akan datang,” tanyanya.

Sidang itupun diakhiri seusai masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya.

Raperda Usulan Eksekutif
-Perubahan perda nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah
-Raperda tentang penyelenggaraan kepariwisataan
-Raperda tentang pemberdayaan
-Raperda perlindungan anak serta raperda tentang penyelenggaraan kearsipan

Raperda Inisiatif Dewan
-Raperda kerja sama antar desa
-Raperda tentang Badan Usaha Milik Desa
-Raperda tentang pengelolaan Barang Milik Daerah
-Raperda tentang kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa
-Raperda  tentang pola kemitraan perusahaan
-Raperda tentang  pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pusat perbelanjaan dan toko modern di Kabupaten Pasuruan
-Raperda pengelolaan sumber daya air
-Raperda tentang pelestarian cagar budaya di Kabupaten Pasuruan
-Raperda tentang penyedia dan pemanfaatan ruang terbuka hijau
-Raperda tentang pelestarian seni dan budaya
-Raperda tentang penyelenggaraan dan kawasan permukiman
-Raperda tentang penanggulangan obat-obatan dan HIV-AIDS di Kabupaten Pasuruan
-Raperda tentang Kesehatan Lingkungan Kabupaten Pasuruan

Source link