Bakal Buka Prodi Destinasi Pariwisata – Radar Jember

“Untuk tahun depan, izin dari Kemenristek Dikti sudah keluar untuk pembukaan dua prodi baru, yakni Prodi Rekayasa Pangan, serta Prodi Destinasi Pariwisata,” tutur Direktur Polije Dr Ir Nanang Dwi Wahyono MM saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sela-sela wisuda ke-31. 

Prodi Rekayasa Pangan akan masuk ke Jurusan Teknologi Pertanian, sedangkan Prodi Destinasi Pariwisata akan masuk ke Jurusan Bahasa, Komunikasi dan Pariwisata (BKP). 

Selain dua prodi baru yang sudah mendapatkan izin operasional dan mulai dibuka pada tahun ajaran 2018, Polije saat ini juga tengah mengkaji pembukaan tiga prodi baru di kampus cabang Bondowoso. Rencana tersebut untuk melengkapi tiga prodi yang saat ini sudah dibuka dan berjalan di kampus Bondowoso. “Untuk prodinya di Bondowoso, masih kita kaji lebih mendalam,” lanjut Nanang. 

Diakui Nanang, saat ini sedang terjadi tren lonjakan peminat di kampus vokasi yang berlokasi di kawasan Mastrip tersebut. Dalam setiap tahunnya, Polije menerima sekitar 1.500 mahasiswa baru di 19 Prodi D III dan D IV. Dalam wisuda kali ini, setidaknya terdapat 486 mahasiswa yang diluluskan. “Karena semakin banyak, makanya wisuda kita adakan setahun tiga kali,” jelas Nanang. 

Beberapa upaya juga dilakukan Polije untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Salah satunya dengan terus mendorong tenaga pengajarnya untuk melanjutkan studi, termasuk studi non-gelar. “Terutama untuk dosen-dosen muda, kita arahkan melanjutkan doktoralnya ke kampus luar negeri. Kalau yang di atas 45 tahun, bisa cukup S-3 nya di dalam,” tutur Nanang. 

Pengembangan riset juga terus digalakkan Polije. Hal ini juga terbantu dengan kenaikan level Polije dalam kampus-kampus yang ada di bawah naungan Kemenristek Dikti. Setidaknya, terdapat tiga level, yakni mulai dari tingkat binaan, mandiri dan utama. “Sekarang kita sudah naik ke level mandiri. Sehingga dana bantuan untuk riset juga semakin besar,” kata Nanang.

Selain itu, Polije juga gencar mengadakan pertukaran mahasiswa dengan beberapa kampus dari luar negeri antara lain dari Tiongkok, Korea, Malaysia, dan Thailand. Program ini juga diikuti dengan pengiriman mahasiswa dari kampus tersebut untuk belajar ke Polije. “Sekarang programnya mulai mandiri. Kalau dulu kan masih kita bantu. Peminatnya juga tinggi, seperti ke Korea, dari slot 5 kursi, yang daftar mencapai 15 mahasiswa,” pungkas Nanang.

(jr/ad/aro/das/JPR)

Source link