Bakal Calon Independen Ngotot Daftar – Radar Bromo

NGOTOT: Anjar-Subandi (kanan) yang Jumat (19/1) sore berusaha keras mendaftar jadi jadi calon pilkada, lantaran ada perpanjangan di KPU.
(Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL – Suasana panas menghiasi proses perpanjangan pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan dari jalur independen Anjar Suprianto-Subandi Jumat sore (19/1). Mereka yang ngotot untuk bisa mencalonkan diri, meminta KPU agar menerima berkas persyaratan yang diajukan.

Mereka berpedoman, pasal 102 PKPU yang mengatur adanya dibukanya kembali pendaftaran tersebut. Seharusnya, pendaftaran itu dibuka seperti saat awal. Sehingga mereka yang mengusung calon independen, bisa ikut menyemarakkan pencalonan pilkada 2018.

Ketegangan itu bertambah, saat pihak komisioner KPU enggan menerima berkas yang akan diserahkan si calon, Anjar. Anjar dan pendukungnya bersikukuh, kalau seharusnya berkas pencalonannya itu diterima terlebih dahulu.

“Tadi kan Bapak bilang kalau pendaftaran dibuka. Dan kami dari independen bisa mendaftar. Tapi kenapa sekarang tidak,” ucapnya.

Kondisi yang panas itu mulai mereda ketika pihak Panwas Kabupaten Pasuruan, Nasrub, diminta untuk memberikan tanggapannya. Nasrub mengaku tidak memiliki kewenangan terkait persoalan tersebut. Karena kewenangan tersebut berada pada KPU.

Namun, pihaknya sempat menegor sikap calon dan pendukungnya tersebut. Ia meminta agar mereka lebih sopan.

“Kalau diminta pendapat soal pendaftaran itu, bukan kewenangan saya. Tapi, kalau saya boleh bicara, masak sikap calon seperti ini,” sindirnya.

Setelah saling komunikasi, pihak KPU pun akhirnya menerima berkas itu. Untuk kemudian, diverifikasi selama kurang lebih 20 menit.

Pihak KPU pun kemudian memberikan keputusannya. Yakni menolak, berkas pendaftaran yang diajukan.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Sebab, persyaratan yang diajukan tidak lengkap. Salah satunya syarat dukungan. Selain itu, penyerahan berkas itu seharusnya dilakukan November.

“Tapi selama 25 sampai 29 November itu, tidak pernah ada berkas yang masuk,” bebernya.

Sikap KPU ini pun, sempat membuat pendukung Anjar-Subandi meradang. Menurut Gunawan, hal ini menunjukkan ketidak profesionalan dari komisioner KPU. Pihaknya pun merencanakan untuk melaporkan KPU ke DKPP.

(br/one/fun/fun/JPR)

Source link