Mobil nahas tersebut diketahui dikendarai Taufik Rahman, 29, warga Dusun Guddagan, Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep. Sopir tidak mengalami luka. Diduga kuat, pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan saat ban pecah. Badan kendaraan jatuh tepat di tengah sungai dan tidak menabrak beronjong yang baru dibangun.

   Saat kejadian, mobil boks tersebut dalam kondisi kosong. Mobil itu melaju dari selatan menuju Kota Sumenep dengan kecepatan tinggi. Kemudian, salah satu ban kendaraan pecah. Karena itu, kendaraan oleng ke kiri. Saat kejadian, kondisi jalan licin akibat hujan sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraan.

Sebelum terjun, kendaraan menabrak rambu lalu lintas dan langsung masuk sungai. ”Sepertinya kendaraan cukup kencang dari selatan. Akibat licin, kendaraan tidak bisa dikendalikan saat ban pecah,” kata Nurhadi, 47, yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Sementara sopir kendaraan segera keluar .

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Suwardi membenarkan kejadian tersebut. Polisi sudah mendatangi lokasi dan mengevakuasi kendaraan tersebut. Untuk semetara, kecelakaan diduga akibat selip.

”Itu kecelakaan tunggal. Diduga akibat ban pecah. Tapi, kami akan mintai keterangan sopir dan sejumlah saksi,” ucapnya.

(mr/fat/han/luq/bas/JPR)