Banjir Bandang di Buleleng Rusak Transmisi Pipa PDAM – Bali Express

Dijelaskan olehnya kerusakan pipa transmisi akibat banjir bandang tersebut terjadi di empat kecamatan, seperti Kecamatan Busungbiu, Banjar, Seririt, dan Buleleng.

“Kerusakan ada di pipa transmisi kita yang ada di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu. Kemudian ada juga di Desa Bestala, Kecamatan Seririt, lalu di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Lalu ada juga di Kota Singaraja, Liligundi, Beratan, Baktiseraga, Jalak Putih, dan Pemaron,” ujar Lestariana usai mengikuti acara HUT LVRI di Gedung Mr Ketut Pudja, Singaraja.

Lestariana merinci, jenis kerusakan yang dialami PDAM pasca diterjang bencana itu, berupa sambungan pipa putus hingga meteran air milik warga yang hanyut. Atas kondisi itu, pihaknya langsung melakukan perbaikan terhadap saluran transmisi agar pelayanan kembali normal. “Titik yang putus sekitar 10 titik. Dari sisi dampak pelayanannya lumayan banyak. Mencapai seribu pelanggan. Tapi kami sudah bereskan, dan hingga hari ini semua pelanggan sudah mendapatkan layanan secara normal,” sambungnya.

Disinggung nominal kerugian, Lestariana mengaku belum bisa merinci. Hanya saja pihaknya menilai jika kerusakan saluran transmisi merupakan hal yang wajar dialami setiap diterjang bencana. Dia pun menyebut jika perbaikan kerusakan itu adalah bagian dari perawatan. “Kalau perbaikan pasca bencana itu hal yang wajar. Jadi kami menganggap itu hal biasa saja. Kalau besarnya kerugian yang dialami juga kami belum kalkulasi sekarang,” terangnya.

Khusus di wilayah Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng proses pendistribusian air untuk sementara masih dilakukan secara manual dengan menggunakan mobil tangki. Sebab pihak PDAM masih melakukan pengecekan dan monitoring terhadap tekanan air. “Di Jalak Putih kondisi kerusakan paling parah. Disana kami masih droping air secara manual pakai tangki. Itu disebabkan karena PDAM masih melakukan monitoring terhadap tekanan air di Jalak Putih,” tutupnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

Source link